Rabu, 11 Januari 2017

Nekat Teriak "Bebaskan Ahok" Di Kerumunan GNPF MUI, Pria Ini Langsung Dikeroyok

Teriak 'bebaskan Ahok' di kubu GNPF MUI, pria rambut cepak dikeroyok

Heronesia.com - Sempat terjadi kericuhan di barisan massa yang merupakan gabungan organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Sebab seorang pria berambut cepak yang hampir habis diamuk massa.

Pria tersebut masuk ke kerumunan massa yang kontra dengan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama itu. Kemudian dia berteriak 'bebaskan Ahok' di tengah-tengah massa yang tengah menggelar orasi.

"Dia bilang bebaskan Ahok, terus saya bilang bang kalau ngomong jangan di sini karena ini orang FPI semua. Tetapi dia masih ngomong jadi kedengaran jadi orang-orang langsung gebuki dia," kata salah satu pedagang keliling, Masto di depan Kantor Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

Beruntung, pria berambut cepak tersebut diamankan pihak kepolisian yang berjaga sebelum massa semakin beringas. Pria itu pun sempat dibawa ke dalam Gedung Auditorium Kementan.

Akibat kejadian itu, pria tersebut terlihat mengalami luka. Pada bagian pelipisnya terlihat ada luka yang diduga akibat sempat dihakimi massa.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan pria berinisial SI itu diduga mabuk alkohol.

“SI terganggu kesehatannya akibat minuman keras beralkohol,” ujarnya di Gedung Kementrian Pertanian, Pasar Minggu, Selasa (10/1/2017).

Suntana menambahkan, untuk menghindari insiden, pihak kepolisian akan mempertebal pembatas antara massa pro dan kontra Ahok. 

"Kami berusaha agar kedua kelompok tidak saling mendengar apa yang disampaikan, karena ucapan bisa membuat orang terprovokasi," terang Suntana.

Ia juga mengimbau kedua kelompok yang berorasi, bila ada pihak yang mencoba memprovokasi, agar dilaporkan ke posko pengamanan. 

“Sekali lagi kami mengimbau kepada dua kelompok ini, apabila ada kemungkinan provokasi dari pihak lain segera laporkan," tutup Suntana.







Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement