Kamis, 30 Maret 2017

Pemukiman Kita Tidak Dipisah-Pisah Berdasarkan Agama




Heronesia.com - Kata mereka, alasan keberatan atas pendirian gereja adalah karena gereja dibangun di tengah pemukiman Muslim. Ya iyalah. Kalau orang mau bangun gereja di daerah yang mayoritas penduduknya Muslim, pasti jadinya di tengah pemukiman Muslim.

Coba bayangkan ilustrasinya. Di suatu kelurahan ada 1000 kepala keluarga. 5 persen di antaranya adalah orang Kristen, artinya ada 50 kepala keluarga. Di mana pun gereja dibangun, pasti letaknya akan berdampingan dengan rumah-rumah orang Muslim.

Kok bisa begitu? Karena pemukiman kita memang tidak dipisah-pisah berdasarkan agama. Yang memisah-misahkan hanya otak orang sakit.

Apa masalahnya kalau ada gereja di dekat rumah kita? Yang sering jadi masalah itu malah Masjid. Minimal kebisingan speakernya itu masalah. Bayangkan, orang-orang non Muslim itu setiap hari mendengar raungan suara dari speaker Masjid, sejak jam 3 atau jam 4 subuh, 5 kali sehari. Itu masih ditambah lagi dengan pengajian.

Lha, cuma ada gereja di tengah pemukiman saja kok keberatan.

Sekali lagi, berlaku adillah. Jangan tampilkan wajah Islam menjadi wajah orang yang tak tahu diri dan asosial.





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement