Sabtu, 29 April 2017

Bersama Ahok, Yuk Belajar Jadi Mantan Terindah




Heronesia.com - Usai Pilkada, banyak yang menduga, tensi tinggi akan berlanjut. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah meski sejak awal ia digadang-gadang sejumlah lembaga survei, akan kembali berjaya dengan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

Malam usai pencoblosan dan sejumlah lembaga survei mengumumkan hitung cepatnya, Ahok langsung mengucapkan selamat pasa kubu lawan, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Tak cuma itu, ia terang-terangan mengaku tak ingin hasil pilkada dibawa ke MK. Baginya kekuasaan adalah pemberian Tuhan dan akan diambil kembali oleh Tuhan. Ia juga mengajak seluruh pendukungnya untuk berbesar hati. 

Usai hari pencoblosan, ia bahkan menerima kunjungan Anies di kantornya. Dalam kesempatan itu keduanya sempat membahas soal estafet pemerintahan DKI Jakarta.

Sejak saat itu, Ahok tak lagi banyak bicara soal pilkada. Ia kembali bertugas menjadi gubernur. Ia bejanji akan menuntaskan semua program yang belum selesai sampai Oktober nanti.

Ia kembali rutin datang pagi di Balai Kota untuk mendengar keluh kesah warga yang dipimpinnya sejak lima tahun lalu. Sikapnya ini seolah bukan seperti pecundang yang baru kalah dari medan laga.

Apalagi bisa dibilang, hidup Ahok saat ini juga tengah ribet karena harus menghadapi sidang kasus penodaan agama. Kasus pidana yang dipercaya banyak pihak terkait dengan pilkada.

Sehari setelah kalah, ia dituntut untuk kemudian menyusun naskah pembelaan. Tapi Ahok tetap menjadi Ahok yang bertekad akan terus melayani hingga akhir masa jabatannya.

Sikap Ahok ini benar-benar menuntaskan pesta demokrasi di Jakarta. Ia seperti paham bahwa publik demikian jenuh berbulan-bulan lamanya disodori tontonan soal persaingan memperebutkan jabatan dengan segala intrik di dalamnya.

Di media sosial #terimakasihahok sempat memuncaki tanggak urutan. Di balai kota pun, ribuan rangkaian bunga tertebaran--salah satunya menulis soal 'Pak Ahok, mantan terindah.'

Saya yang termasuk menuliskan ucapan kepada Ahok di media sosial, sebagai bentuk penghargaan yang tak seberapa pada pria Belitung Timur itu.

Terima kasih bukan hanya pada apa yang sudah diperbuatnya untuk Jakarta, tapi juga pada apa yang dilakukannya sebagai orang yang kalah. 






Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement