Kamis, 20 April 2017

Halo Jakarta, Selamat Menyesal Ya




Heronesia.com - Salah satu poin penting dari persidangan Ahok adalah jaksa MENGAKUI bahwa kesengajaan penodaan alias penghinaan agama oleh Ahok TIDAK BISA DIBUKTIKAN. Karena itu pasal 156a akhirnya tidak dimasukkan ke dalam tuntutan. Itulah yang akhirnya membuat tuntutan jadi ringan (156a memiliki ancaman 5 tahun penjara, sementara pasal 156 "hanya" 4 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 4500), dan kemudian diwujudkan menjadi tuntutan 2 tahun percobaan 1 tahun penjara.

Terkait Pasal 156 KUHP, Jaksa juga mengakui bahwa ucapan Ahok berkaitan Al Maidah juga dalam konteks politik, bukan agama. Ucapan tersebut ditujukan kepada politikus yang senang membawa isu agama, bukan kepada agamanya sendiri. Ucapannya dianggap menyinggung beberapa golongan orang (dalam pengakuan Ahok: golongan politikus yang membawa-bawa Almaidah untuk menang), sehingga dakwaan alternatif 156 lah yang dipakai. Ancamannya sudah jelas 4 tahun, bukan 5 tahun yang diinginkan beberapa pihak supaya bisa menjegal Ahok bertugas jelang Oktober (kalau 5 tahun maka Mendagri akan memberhentikan beliau sebelum masa jabatannya berakhir).

Tapi andai benar 156 ini dipakai, artinya matilah sudah keadilan di Indonesia. Kita tidak boleh protes kalau ada yang pakai isu SARA dalam berpolitik. Karena yang protes akan dicap menyinggung perasaan mereka yang bawa-bawa isu SARA, sehingga bisa juga dituntut maksimal 4 tahun seperti Ahok. Bayangkan kacaunya pilkada 2018 dan Pileg/Pilpres 2019 nanti. Banyak yang diserang isu SARA tapi dilarang protes. Soalnya malah yang diprotes yang akan jadi golongan yang tersinggung.

Mang enak...
Okeh.. selamat menyesal karena sudah memainkan dan termakan isu ini ya. Selamat menyesal karena sudah kehilangan Gubernur terbaik, Jakarta :)





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement