Kamis, 06 April 2017

Heboh Aksi Bela Islam di Padang Tolak Krematorium & Rumah Sakit Siloam




Heronesia.com - Netizen kembali dihebohkan oleh kehadiran sebuah pamflet digital berjudul ‘Aksi Bela Islam Ranah Minang’ di media sosial Twitter.

Kehebohan tersebut timbul akibat beberapa tuntutan yang dianggap oleh sebagian netizen sebagai sebuah sikap yang tidak menunjukkan toleransi terhadap para pemeluk agama lainnya.

Adapun beberapa tuntutan yang tertulis dengan jelas di pamflet digital tersebut adalah menolak dan menutup bisnis maksiat di ranah minang, menutup krematorium, menutup Rumah Sakit Siloam, dan tempat hiburan Inul Vizta.

Atas tuntutan tersebut, warganet pun mengeluarkan reaksi kerasnya. Menurut mereka, tuntutan untuk menutup krematorium dianggap telah membatasi kebebasan beragama dari warga nonmuslim yang ada di kota Padang.

“Apa yang salah dengan krematorium? Memangnya itu buat muslim? Atau keimanannya terganggu jika melihat ada jenazah yang dikremasi? Parah!” tulis pemilik akun Twitter @habibthink, Rabu (5/4/2017).

“Ini Sangat bertolak belakang dgn Pancasila dan mengganggu HAM ! ayoo Pak Tito segera amankan kelompok radikal spt ini !” ujar Nur Sasa yang menggunakan nama akun @shayasasha.

“Saatnya pemerintah revisi keberadaan MUI, kelembagaan organisasi dibawah payung pemerintah, justru merusak kedaulatan negara. MUI jadi kelompok eksklusif, yg telah dimanfaatkan sebagai lokomatif gerombolan GNPF utk tujuan pribadi kelompok. Revisi atau bubarkan MUI,” ujar pemilik akun @SuryoUdoro.

Menurut pamflet digital ini, ‘Aksi Bela Islam Ranah Minang’ akan dilakukan pada hari Senin (10/4/2017). Para pengunjuk rasa nantinya akan melakukan aksi long march mulai dari Masjid Agung Nurul Iman dan berkeliling melewati sejumlah titik di kota Padang, lalu diakhiri di masjid yang sama.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara maupun GNPFMUI yang disebut di pamflet tersebut sebagai pemberi sponsor.




Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement