Kamis, 27 April 2017

Jangan Sepelekan Mereka Yang Bicara Dengan Cinta dan Bunga



Heronesia.com - Di akhir tahun 60-an tepatnya di Amerika terbentuk satu generasi yang disebut Flower Generation (Generasi Bunga) yang biasa juga di sebut Hippie. Mereka lahir sebagai kultur perlawanan terhadap budaya perang, isu rasial, isu serangan nuklir. Yang pada waktu itu sedang gercarnya perang antara barat dan timur dan juga perang di Vietnam.

Mereka melawan dan memprotes pemerintah TANPA KEKERASAN, tanpa DEMO ANARKIS. Dengan slogan mereka yang terkenal " Fight With Flower" lawanlah dengan bunga.

Mereka sangat mudah dikenali ciri-cirinya saat itu. Memakai baju warna warni, celana cutbray, kepala diikat dan di rambutnya ada beberapa bunga yang disematkan (seperti bunga di kepala yang sempat booming di snapchat), generasi ini mewabah ke seluruh penjuru dunia. Bukan hanya tentang style nya, tapi juga gerakan dan pemikirannya. dan mereka ini sebenarnya bukanlah pure gerakan politik. Pada dasarnya mereka ini pecinta music Rock n Roll. 

Puncaknya pada musim panas tahun 1969 di San Francisco mereka mengadakan konser di sebuah ladang yang sangat luas selama berhari hari. dgan menghadirkan musisi rock n roll legendaris. Konser itu bernama WOODSTOCK.

Itulah cara mereka memprotes. Bukan dengan turun ke jalan dengan demo berjilid-jilid. Tapi mereka berbicara dengan bahasa CINTA dan BUNGA.

Akankah Neo Flower Generation akan lahir di Indonesia? 

Intinya JANGAN SEPELEKAN MEREKA YANG BERBICARA DENGAN CINTA DAN BUNGA!

Selebihnya silahkan cari tau sendiri soal Generasi bunga 
dan coba dengar lagu Scott McKenzie judulnya If You Going To San Francisco.





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement