Kamis, 20 April 2017

Jelas Sudah, Penistaan Agama Hanya Untuk Buat Ahok Kalah Saja




Heronesia.com - Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho, mengatakan, Keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengesampingkan Pasal 156a buat menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai tepat. Alasannya, tidak ada faktor niat menodakan agama dalam pidato yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu.
  
"Sejak awal terjadi perdebatan di tingkat penyidikan, antara menista atau tidak. Suara juga tidak bulat di persidangan, karena di sidang tidak ada saksi fakta yang jelas melihat, semua berdasarkan video. Jadi lebih bermain ke saksi ahli," kata Hibnu.

Ia mengungkapkan, saksi ahli dari MUI Ahmad Ishomudin dan saksi ahli dari PBNU Masdar Farid Mas'udi justru meringankan Ahok. Menurut Hibnu, Ahok hanya menyinggung surah Al Maidah ayat 51, tidak berniat menodakan agama Islam. Terlebih banyak elite politik yang sejak awal tidak menghendaki Ahok menjadi gubernur lagi.

"Faktor niat sejak awal diperdebatkan, kebetulan menyinggung dan ada pilkada. Sudah tidak disenangi kelompok tertentu ya sudah," jelasnya.

Tidak adanya protes besar-besaran usai Ahok dituntut hukuman percobaan 2 tahun, kata Hibnu, menunjukkan kasus dugaan penodaan agama hanya politis untuk kepentingan pilkada DKI Jakarta 2017.

"Iya (hanya kaitan Pilkada saja), toh (Ahok) sudah selesai, kalah," katanya.




Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement