Rabu, 26 April 2017

Keanehan dan Pesan Politik Pengiriman 1.000 Karangan Bunga Ahok


ahok

Kalau ada pembaca yang ingin menyebut saya nyinyir atas peristiwa hari ini ya tidak masalah buat saya. Mungkin sepintas itu benar bahwa saya nyinyir atau Iri hati dengan Ahok yang tiba-tiba menerima kiriman 1.000 Krans (rangkaian)  Bunga. Saya terima dengan lapang dada bila ada yang menyimpulkan seperti  itu.

Tetapi di sisi lain saya ingin menyampaikan  bahwa saya merasa aneh dan ganjil dengan peristiwa yang terjadi di Balai Kota DKI. Tiba-tiba banyak media mengabarkan hari ini sudah ada 1.000 rangkaian Bunga yang dikirim oleh para pendukung Ahok ke Balaikota. Kabarnya sejak kemarin sudah ada sekitar 100 dan hingga hari ini sudah terkumpul 1.000 Karangan Bunga.

Sebenarnya bila Ahok dikirim Bunga oleh para pendukungnya tentu hal  itu merupakan suatu bentuk komunikasi yang sangat baik sekali. Sekali-sekali bukan urusan saya ataupun bukan kapasitas saya untuk menilai hubungan yang dalam tanda kutip begitu mesra. Tetapi yang menjadi titik perhatian saya sebenarnya berada pada Momennya. 1.000 bunga dikirim pada saat yang menerimanya sedang menerima kekalahan telak.  Hal seperti ini tidak umum.

Karangan Bunga umumnya dikirim kepada seseorang/ kepada satu pihak bila terjadi suatu peristiwa hidup yang sangat istimewa, baik peristiwa Suka maupun Peristiwa Duka.  Tidak pernah terjadi Karangan Bunga dikirim oleh banyak pihak pada seseorang tanpa sebab ataupun tanpa suatu peristiwa yang mengiringinya.

Dalam sebuah Peristiwa Duka, masyarakat kita (yang mampu) dan terikat ikatan emosional biasanya mengirimkan karangan bunga pada pihak yang berduka cita. Bunga disini berarti ikut berduka cita. Bunga disini berarti ikut merasakan kesedihan.  Dan Bunga ini merupakan Penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka.

Sementara untuk Peristiwa Baik/ Bersuka Cita seperti  Peristiwa Pernikahan, Peristiwa Ultah Pernikahan (Gold & Silver), Peristiwa Lulus Sekolah, Peristiwa Sebuah Prestasi, Peristiwa Memulai Usaha Baru, Peristiwa Peresmian Gedung Baru, Fasilitas Baru dan lain-lainnya itu juga sangat umum  dimana mereka yang bersuka cita dikirim karangan bunga oleh berbagai pihak, teman dan handai taulan.

Karangan Bunga dalam hal ini sebagai Ucapan Selamat dan Bersyukur oleh para pengirim Bunga atas Peristiwa baik yang dialami penerima Karangan Bunga.

Ada juga sebuah peristiwa yang sangat umum diiringi Bunga seperti peristiwa Lepas-Sambut seorang tokoh.  Sebuah Peristiwa Penyambutan  Tamu Kehormatan sering juga diwarnai oleh Karangan Bunga meskipun jumlahnya sekedarnya.  Begitu juga peristiwa Perpisahan juga kadang orang memberikan bunga sekedarnya bagi yang pergi jauh dan tak tentu kapan kembali.

Selain dari peristiwa-peristiwa tersebut diatas sepertinya tidak ada momen lain yang UMUM  yang membuat berbagai pihak punya alasan untuk mengirim  seseorang  Karangan Bunga dalam jumlah tertentu.  Apa isi ucapannya bila momen itu bukan special?

Nah Pemandangan hari ini di Balai Kota DKI sungguh aneh. Tiba-tiba datang seribu karangan bunga untuk Ahok yang disebut media berasal dari para pendukung Ahok.

Pertanyaan pertamanya, mereka mengirim bunga dalam upaya untuk menyampaikan pesan apa? Ahok sedang kalah telak. Belum pernah terjadi orang  atau pihak yang kalah salam suatu kompetisi dikirim bunga oleh orang lain, apalagi jumlah bunganya begitu banyak.  Kalau yang dikirim bunga adalah orang yang mudah tersinggung, bisa saja dia merasa sedang diejek. Kalah kok dikirim bunga?
Tapi untuk Ahok pasti dirinya akan positive thinking. Oh bunga itu mungkin hanya merupakan symbol support kepada dirinya setelah mengalami kekalahan pada Pilkada DKI. Tetapi mengapa sebanyak itu? Kalau bunga-bunga itu untuk salam perpisahan pada Ahok  tentunya momennya sangat tidak tepat.  Ahok baru akan melepas jabatannya di bulan Oktober 2017.  Kenapa tidak tunggu waktu tersebut?

Jadi sebenarnya tujuan pengiriman 1.000 karangan bunga itu untuk apa?

Hanya untuk mensupport Ahok yang baru saja menerima kekalahan?  Meskipun tidak umum, wajarkah peristiwa itu?  Tentu saja wajar bila tidak berlebihan.

Masalahnya ternyata bunga-bunga itu begitu banyak.  Mencapai  1.000 Karangan Bunga. Bunga sebanyak itu tentu sudah terukur nilainya kira-kira sekitar Rp. 1 Milyar. Dan yang menjadi aneh juga pengirimannya dilakukan secara serentak. Bahkan informasinya Toko bunga yang menerima pesanan juga hanya beberapa toko di suatu kawasan Rawa Belong Jakarta Barat. 

Disinilah letak Berlebihannya.  Dan sesuatu yang berlebihan umumnya selalu akan terlihat aneh dan ganjil. Dibawah Ini detail keganjilannya :

1. Bunga itu sangat banyak, 1.000 Karangan Bunga dengan asumsi nilai rupiah mencapai Rp. 1 Milyar. Secara logika sangat sulit membayangkan pendukung Ahok di level bawah yang mau mengeluarkan uang untuk membayar sebuah karangan bunga yang bernilai Rp. 500 ribu hingga Rp.1 juta.

2. Pengirimannya dilakukan secara serentak.  Umumnya sebuah kejadian serentak itu terorganisir atau istilah hebohnya Terstruktur dan Massive.

3. Toko Bunga yang menerima order hanya took-toko itu saja. Kejadian begini cenderung  yang melakukan pemesanan adalah 1-2 Pihak.

4. Di antara karangan bunga yang ada di Balai Kota, ternyata ada sebuah yang berukuran sangat besar (5M x 1,5 M).  pada karangan bunga special itu tertulis besar :”Satu Kekalahan Seribu Bunga Merekah”. Ini akhirnya menjelaskan bahwa 1.000 karangan bunga itu dikirim secara terencana. Apakah yang membuat Karangan Bunga Terbesar itu yang juga mengirimkan 1.000 bunga lainnya? Kalau bukan dia tentu kelompok dia. Karangan Bunga Besar itu sudah menyebut jumlahnya lebih dulu dan itu artinya direncanakan.

5. Momennya pengirimannya yang aneh. Bukan untuk Perpisahan kepada Ahok ataupun bukan untuk lainnya. Momennya pada saat Ahok kalah telak. Kata-kata pada Karangan Bunga Terbesar juga berbunyi Satu Kekalahan Seribu Bunga Merekah.

Dari 5 keganjilan diatas tentu dapat disimpulkan bahwa :

1. Pengirim 1.000 Karangan Bunga itu kemungkinan besar bukan berasal dari  Pendukung Ahok dari berbagai Elemen. Pengiriman itu sangat terencana dan mengeluarkan biaya yang sangat besar.

2. Pengiriman Bunga Sebanyak itu dipastikan memiliki Pesan Politik di dalamnya. Ada sesuatu yang menjadi tujuan pengiriman Bunga itu. Dan bunga sebanyak itu bukanlah symbol dukungan pada Ahok. Justru Bunga itu ditujukan pada khalayak ramai.

3. Pengirim 1.000 Bunga itu jelas merupakan Pendukung Ahok yang belum Move On. Selain itu dia atau pihaknya memang mempunyai dana yang unlimited sehingga uang Rp.1 Milyar tidak masalah buat dia/mereka. Yang penting pesan politik itu sampai pada masyarakat luas.

4. Pesan Politik yang ingin disampaikan oleh Pengirim Bunga (kita garis bawahi Sekali lagi bahwa yang mengirim bunga itu bukan  para pendukung Ahok melainkan Big Bos pendukung Ahok) adalah : Membuat Opini bahwa Yang Menang Anies tetapi yang mendapat 1.000 bunga dari masyarakat malah Ahok.  Opini (ciptaan) itu akan berkorelasi pada Opini berikutnya yaitu : Seharusnya yang menang Ahok dalam Pilkada DKI. Buktinya yang dikirim bunga sampai 1.000 karangan adalah Ahok.

Saran untuk Pengirim Bunga,

Mengapa tidak lupakan saja dulu Pilkada DKI yang sudah usai ini? Dengan melakukan maneuver Atraktif Seperti itu sebenarnya hanya memancing reaksi negative dari pendukung Anies. Mau sampai kapan pendukung Ahok dan Pendukung Anies diprovokasi untuk saling bertentangan?



Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement