Sabtu, 15 April 2017

Kinara Satu-Satunya Korban Selamat Pembunuhan Satu Keluarga, Sering Terbangun Tengah Malam Mencari Kedua Orangtuanya

kinara, pembunuhan


Heronesia.com - Kamis (13/4/2017) lalu, Kinara (4), satu-satunya korban selamat pada peristiwa pembunuhan satu keluarga di Mabar, Medan Deli menjalani operasi selama lima jam di RSUP Adam Malik, Medan.

Operasi tersebut untuk menyedot cairan di kepalanya. Pascaoperasi kondisi Kinara semakin membaik.

"Setelah menjalani operasi, kondisinya semakin membaik. Ia menjalani operasi kemarin itu dari jam delapan pagi sampai jam satu siang," ujar dokter Ridha Darmajaya, yang merawat Kirana di RSUD Adam Malik sausai kunjungan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke ruangan Kinara, Sabtu (14/4/2017) kemarin.

Saat operasi, kata Ridha, tim medis mengoreksi tengkorak Kinara, kemudian me-repair selaput otak Kinara dan membuang bagian-bagian yang sudah mati.

Tim medis, kata Ridha, melihat luka benturan yang tidak biasa di kepada Kinara.

"Tidak seperti luka benturan karena jatuh. Banyak lokasi luka benturan yang kami dapati. Mungkin itu, karena berkali-kali dibenturkan. Mengenai ingatan, kalau masih anak-anak begini tidak terlalu bisa ditentukan seperti apa," ucap dokter ahli syarat tersebut.

Selama merawat Kinara, kata Ridha, keluarga yang menjaga Kinara sering kali terbangun tengah malam, karena Kinara mencari kedua orangtuanya.

Terpisah, Kepala Subbagian Humas RSUP H Adam Malik, Mashadat Ginting mengatakan, seusai operasi, Kinara dirawat di ICU sehari.

Setelah kondisinya membaik, Kinara pun dipindahkan ke ruang rawat VIP RSUP Adam Malik.
Kinara saat ini, sudah bisa tersenyum dan memanggil keluarganya. Namun ia sering menangis, ketika orang yang tidak dikenalnya berkunjung.


"Kayak kemarin itu. Istri Wali Kota datang. Diusapnya wajah anak Kinara, tiba-tiba anak itu menangis. Kalau banyak yang datang gitu juga. Kurasa teringat dia sama bapak mamaknya," ujarnya. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement