Jumat, 14 April 2017

Non Muslim Pemilih Ahok Disebut Kafir, Non Muslim Pemilih Anies Disebut Teman Dekat



Heronesia.com - Sebenarnya Pilkada DKI biasa-biasa saja, yang membuatnya menjadi luar biasa itu karena ada Ahok. Menjadi carut marut karena gerombolan onar ikutan dan rangkul-rangkulan dengan Anies. Padahal sebelum Pilkada gerombolan ini sudah bermusuhan dengan Ahok. Saya yakin, jika pelaku onar ini tidak dikasih muka oleh setiap paslon maka Pilkada Jakarta akan aman saja.

Pada Pilkada 2012, isu agama sudah didengungkan oleh PKS dengan slogan gubernur sya'ri karena bos mereka Hidayat Nur Wahid ikut berlaga maju bertarung melawan Jokowi Ahok. Tapi apa lacur, Hidayat keok ndlosor klepek-klepek di putaran pertama hanya 11% padahal PKS sangat pede meraup lebih dari 50% suara.

Pilkada 2017, isu agama lebih gila-gilaan lagi. Kebetulan PKS lagi. Dari Zakir Naik sampai Raja Salman. Dari Aa Jim sampai Aa Gatot ikut meramaikannya. Hary Tanoe yang dulu diteriaki Rizieq "babi". Sekarang orang yang meneriaki dan diteriaki Babi duduk bersama mendukung Anies calon PKS. Isunya itu itu juga. Gerombolannya itu itu juga. Yang koplak itu itu juga. Yang anarkis itu itu juga.

Non muslim yang berpihak kepada Ahok disebut kafir. Sedangkan Non Muslim yang berpihak ke Anies disebut teman dekat. Muslim yang mendukung Ahok mendapat neraka, muslim yang mendukung Anies mendapat surga. Begitu mudahnya masuk surga dan neraka di Pilkada DKI. Ditambah mobilisasi massa berjilid jilid maka makin cucoklah pesta gila-gilaannya.

Pilkada DKI sudah banyak pula menyeret orang ke dalam Ranah hukum yang akan berujung ke Penjara. Ahok, Bun Yani, Rizieq, Munarman, Pelaku Makar jilid 1 dan 2, Sandiaga Uno dan banyak lagi. Sudah banyak pula membuat orang gila. Gila teriak mau revolusi tapi pas dapat panggilan polisi demam mencret-mencret.

Padahal sebenarnya Pilkada sangatlah sederhana. Datanglah ke bilik suara, coblos lah yang anda suka dan selesai sudah. Setelah itu ikuti proses selanjutnya jika calon anda menang silahkan bergembira dan jika calon kita kalah terimalah kekalahannya karena tugas anda sudah selesai di bilik suara. Jika tidak puas ada jalur hukumnya di MK.




Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement