Rabu, 19 April 2017

Pejuang Kejujuran Itu Ternyata Kalah, Apa Balaikota Akan Kembali Gelap?




Heronesia.com - Pertarungan antara kedua paslon bukanlah pertarungan antar agama, yaitu Islam dan Kristen, juga bukan antar etnis, tapi antara PEJUANG DAN PENEGAK KEBENARAN, PEMBASMI KORUPTOR dengan kelompok yang berseberangan dengannya.

Hasilnya, berdasarkan hitung cepat sudah jelas. Pak Basuki Tjahaya Purnama dikalahkan oleh Pak Anies. Berarti, Pak Ahok akan segera meninggalkan jabatannya sebagai gubernur. Pidato pak Ahok menerima kekalahannya sungguh sangat menyejukkan. 

Apakah para pendukung Ahok sedih dan kecewa? Saya yakin demikian, sebagaimana saya rasakan sendiri. Alasannya, bukan karena nasib Pak Ahok, tidak sama sekali. Secara ukuran manusia, hidup Pak Ahok dan keluarga sudah nyaman, bahkan jauh dari nyaman. Banyak orang malah mengatakan, kalah jauh lebih nyaman buat Pak Ahok, dapat menikmati hidupnya daripada terus stress dengan permasalahan Jakarta yang sangat rumit. Malah mungkin, setelah ini Pak Ahok bisa ke tempat lain dengan posisi yang lebih baik.

Lalu mengapa sedih? Sebagaimana saya tulis di atas, pertarungan hari ini, 19 April 2017 adalah mempertaruhkan kejujuran, integritas, pemerintahan/PEMDA DKI yang bersih. Sebagai warga DKI, betapa bahagia dan bersyukur melihat gebrakan-gebrakan pak Ahok selama memimpin DKI. 

Sebagai contoh adalah pertarungannya dengan DPRD yang menyelamatkan trilyunan rupiah uang rakyat. Semua orang yang merindukan Jakarta yang bersih, pastilah bersorak-sorai. Karena itu, sangat wajar mengharapkan agar pak Ahok kembali memimpin Jakarta. Jakarta yang bersih dan maju dengan megah akan berdampak bagi seluruh Indonesia. Itulah sebabnya, pendukung Ahok rela melakukan apa saja demi mewujudkan harapan itu. 

Namun, pejuang kejujuran itu ternyata kalah. Gubernur yang telah membuktikan sederet daftar karya nyata itu harus segera meninggalkan Balaikota. Apakah dengan perginya bapak Tjahaya Purnama maka Balaikota akan kembali gelap? Apakah berbagai kemajuan yang telah dicapai akan terus berkembang lebih baik dari yang sekarang?
Hati kecil saya menjawab, tidak. 

Memang, belum bisa dibedakan. Sebab yang satu belum melakukan apapun untuk Jakarta. Lalu mengapa bersorak sorai dengan gemuruh? Mungkinkah karena penampilan dan janji-janji yang selama ini diberikan pak Anies dengan sangat manis? Mungkinkah karena janji pemberian rumah 300 jt tanpa DP? Ataukah karena janji memberi tunjangan uang kepada anak putus sekolah serta banyak janji lainnya?

Jika demikian, saatnya kita semua menantikan janji-janji itu.

Setelah Oktober yad, pak Ahok akan meninggalkan sederet karya di Jakarta, termasuk RPTA Kalijodo, Tanah Abang, Pluit, Mesjid Raya yang megah... kini giliran pak Anies Uno membuktikan kehebatan dirinya, yang mengolok-olok pak Ahok-Djarot dalam beberapa kali debat PILKADA DKI. Salam pengharapan.





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement