Sabtu, 29 April 2017

Pengusaha Bunga Ini Tantang Orang-Orang Yang Sebut Bunga Untuk Ahok-Djarot Settingan




Heronesia.com - Usai kalah di Pilgub DKI Jakarta versi hitung cepat, Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat banjir dukungan. Itu terlihat dari banyaknya warga mengirim karangan bunga ke Balai Kota. 

Banyaknya karangan bunga di balai kota kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beragam tanggapan yang diberikan, baik positif maupun negatif. 

Pemilik Lucky Florist, salah satu toko bunga yang dikatakan menerima cukup banyak pesanan mengatakan bahwa pesanan karangan bunga yang yang ditujukan ke balai kota berasal dari masyarakat, baik itu secara individual maupun komunitas. Sampai hari ini, total 80 puluh karangan bunga yang sudah dikerjakan.

"80-An ada (jumlah karangan bunga). Dari perorangan, pribadi. Kita punya datanya," ungkap pemilik Lucky Florist, Feryanto.



Sedangkan terkait biaya yang diperlukan untuk membuat satu karangan bunga, Feryanto tidak memberikan angka pasti. Menurutnya, biaya amat bergantung pada ukuran karangan bunga yang dipesan. 

"Soal biaya, sangat bervariasi, tergantung ukuran karangan bunga yang dipesan. (Biaya) Hampir sama lah. Bisa lihat website, Rp 500.000 sampai sekian," katanya. 

Ia pun mengaku bahwa karangan bunga yang dipesan untuk dialamatkan ke balai kota ukurannya biasa. 

"Standar sih ya ukurannya. 1,5 Meter X 1,25 meter," tuturnya.

"Ada yang pesan lagi, ini masih nih, terus-terusan. Orang kembang saya masih ada, masa kita tolak. Customer kan raja," jelas pemilik toko bunga yang memperkerjakan 15 karyawan itu. 

Terkait adanya kabar tak sedap di media sosial, ia mengatakan tak masalah. Malah Ia bersedia untuk menunjukkan data bila ada pihak yang ingin klarifikasi. 

"Ini katanya ada koordinasi. Saya tantang. Lu datang aja ke toko gua, nanti saya tunjukan datanya. Kita sangat terbuka. Orang kita enggak tipu-tipu kok," tegasnya. 

Ia juga menegaskan bahwa Ia hanya menjalankan usaha keluarga yang telah berjalan selama 25 tahun, tanpa ada kaitan dengan kepentingan-kepentingan apapun selain bisnis. Yang menjadi golnya adalah keluasan konsumen. 

"Yang penting kita puas (pemilik dan customer), terus ke depannya bagus. Itu doang," tukasnya.

Ia juga tidak terlalu memikirkan tentang postingan atau komentar di medsos terkait tokonya. 

"Yah begitulah namanya media. Plus-minus yang penting enggak melanggar hukum," tutupnya.





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement