Minggu, 16 April 2017

Sudah Dilarang Polisi Tapi Panitia Tamasya Al Maidah Tak Peduli dan Bilang Begini




Heronesia.com - Aksi Tamasya Al Maidah merupakan kelanjutan demonstrasi menentang calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjabat kembali sebagai kepala daerah. Rangkaian demonstrasi bermula dari ucapan Ahok yang dianggap menodai agama saat menyitir Surat Al Maidah ayat 51.

Rencananya, lewat aksi ini, panitia akan menyebarkan massa menjaga tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan. Targetnya, setiap TPS akan dijaga 100 orang. 

Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo menyatakan tetap akan melanjutkan gelar pengerahan massa pada pencoblosan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua, Rabu 19 April nanti.  Ansufri tak menggubris imbauan kepolisian yang meminta massa tak berbondong-bondong mendatangi Jakarta saat pencoblosan. 

"Acara ini acara damai, acara super damai untuk mengawal kemenangan umat," kata Ansufri.

Ansufri mengklaim Tamasya Al Maidah mendapat dukungan dari para pentolan dan peserta demonstrasi 2 Desember 2016 atau dikenal aksi 212 jilid satu. Setidaknya, kata Ansufri, ada 100 ribu orang yang hingga kini sudah menyatakan hadir dalam gelaran tersebut. 

Dia mengatakan akan membentuk sebuah presidium berisi alumni 212 agar Tamasya Al Maidah mendapatkan respons yang lebih banyak. Rencananya esok hari presidium akan mengundang para tokoh organisasi dan tokoh Islam untuk membicarakan persiapan aksi tersebut.

"Besok kami undang seluruh tokoh agar mereka kembali datang dan kami menyatakan sikap akan datang," kata dia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta masyarakat tak melakukan penjagaan di TPS. Dia mengharapkan massa menghormati undang-undang yang berlaku.

"Hormati undang-undang yang dibuat oleh wakil rakyat, kan sudah ada polisi, pengawas dan perangkat KPU dibantu TNI yang menjaga," kata Argo.

Kepala Polres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo bahkan menegaskan tidak akan segan melarang aksi Tamasya Al Maidah di wilayahnya jika berpotensi mengganggu keamanan.

"Kalau itu berpotensi mengganggu keamanan akan dilarang, secara tegas akan saya larang," ucap Andry. 

Aksi ini pun telah dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Saat ini lembaga itu masih mempelajari laporan dugaan pelanggaran pilkada dalam aksi Tamasya Almaidah.





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement