Selasa, 04 April 2017

Tentang Al-Maidah, Sudah Adilkah Kita Pada Ahok?




Heronesia.com - Ketika Ahok mengusulkan (baru mengusulkan loh) wifi di DKI di beri nama Al-Maidah, Ahok langsung dituduh (lagi) telah menistakan Al-quran dan Islam. Tidak sampai lama, Ahok dilaporkan (lagi) ke polisi terkait usulan itu. Bahkan Djarot yang muslim pun ikut dilaporkan hanya karena Djarot tertawa mendengar usulan Ahok tersebut. 


Ketika ada kelompok yang entah siapa ketuanya, menggunakan kata Al-Maidah sebagai kegiatan tamasya, mereka justru ramai2 mendukungnya. Sampai dibuatkan aplikasi di playstore. Tidak ada yang marah, tidak ada yang demo, tidak ada yang lapor polisi.


Ketika kata Al-Maidah dibuat menjadi nama kue, ada yang Al-maidah, ada yang maida, mereka juga diam saja. Tidak protes, tidak ribut, tidak ada yang teriak-teriak penistaan. 


Dan akhirnya kata Al-Maidah bahkan digunakan oleh salah satu paslon cagub DKI sebagai nama sabun. Mereka justru bangga mempublikasikannya. Menganggap diri sebagai orang yang kreatif. Di dukung oleh kelompoknya. Tidak ada yang demo apalagi sampai berjilid-jilid. Padahal sabun, itu tempatnya kalau gak dikamar mandi yang tempat cuci. Digunakan di tempat-tempat yang relatif kotor. 



Sebagai Muslim, penganut ajaran Islam, yang membawa slogan sebagai rahmatan lil alamin, sudah adilkah kita memperlakukan sesama manusia? Atau kita masih pilih-pilih dalam berlaku adil, sesuai dengan pilihan politik ? Kalau iya, jadi siapa sebenarnya pelaku penistaan itu?





Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement