Sabtu, 22 April 2017

Triple Password, Jebakan dari Petahana?


ahok, anies

Heronesia.com - Pilkada DKI telah usai. Pasangan Anies-Sandi dinobatkan sebagai DKI 1 dan DKI 2 yang baru menggantikan Ahok-Djarot dengan selisih suara yang cukup jauh. Tidak seperti pada kebanyakan Pilkada di kota besar lain, nampaknya kekalahan petahana sudah diprediksi sebelumnya.

Tidak ada gugatan sama sekali, meskipun di level akar rumput banyak dorongan untuk melaporkan pelanggaran selama Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Aroma kekalahan pun tidak se-menyengat bila dibandingkan dengan panasnya saling serang antar kubu selama masa kampanye.

Kalah, ya sudah. Bahkan, Ahok mengundang gubernur terpilih, Anies, ke balaikota guna membahas transisi. Di sinilah menariknya. Kamera wartawan beberapa kali membidik momen yang unik, di mana seakan Anies dan Ahok bertukar ekspresi. Ahok terlihat senyum sumringah tanpa beban, sedangkan Anies menunjukkan rasa tidak suka dengan wajah njegadul nya. Ada apa? Apa yang mereka bicarakan? 

Beredar kabar, penyebab tertukarnya ekspresi mereka adalah gara-gara triple password yang dibuat Ahok selama ia jadi gubernur/wakil gubernur. Triple password ini dibuat untuk melindungi APBD agar tidak mudah diutak-atik oleh sembarang orang. Hanya tiga orang yang tahu password itu, dan kalaupun ada yang berani mengutak-atik, pasti ketahuan. Sialnya lagi, triple password ini merupakan sebuah sistem yang sudah di-MoU dengan KPK. 

Salah satu kekhawatiran pendukung Ahok jika Anies-Sandi menang adalah akan muncul akal-akalan APBD seperti pada kasus UPS. Namun saat ini kekhawatiran itu sedikit memudar karena triple password. Bisa sih sistem ini dihilangkan agar bisa mudah mengutak-atik anggaran. Namun perlu diingat bahwa sistem ini sudah ada MoU dengan KPK, maka untuk menghilangkannya pun harus ada restu dari KPK.

Apakah KPK akan mengabulkan? Saya rasa KPK tidak akan mau mengorbankan nama baiknya. Mungkin ini sebab mengapa Ahok begitu ikhlas menerima kekalahan. Meskipun sudah tidak menjadi gubernur, bau Ahok masih tercium di sistem tripel password ini. Apakah ini jebakan? Bisa jadi ini memang jebakan, jika kita berpikir bahwa Anies-Sandi bakal bagi-bagi kue untuk para penyokongnya.

Ibarat pada perlombaan lari, Ahok membiarkan Anies menyalipnya, padahal di depan ada banyak sekali ranjau atau bahkan jurang yang bisa membuat Anies terjungkal di tengah jalan. Jika memang benar, betapa cerdiknya Ahok. Bukan lagi kekuasaan yang dia harapkan, dia hanya ingin melihat lawannya kerepotan. Politik level iseng. Itu manfaat jangka pendeknya.

Sedangkan manfaat jangka panjangnya, kekalahan ini bertujuan untuk menggembosi partai lawan yang sedang lapar akan semakin kelaparan. Namun jika Anies-Sandi ingin bekerja dengan benar, triple password ini sangat membantu. Tinggal menjalankan apa yang sudah baik, nggak perlu neko-neko, semua senang. Kecuali yang tidak, dan anda tahu itu. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement