Jumat, 05 Mei 2017

Gara-Gara Ahok, Sekarang Buni Yani Jadi Penceramah Agama



Heronesia.com - Sejak dilaporkan oleh Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) pada 7 November 2016 terkait rekaman video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengutip surat Al-Maidah, Buni Yani mengaku telah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai dosen ilmu komunikasi di London School of Public Relations (LSPR).

Sejak saat itu pula dia sibuk menghadapi panggilan polisi ataupun menemui orang-orang yang ingin memperjuangkan kasusnya. 

"Saya sudah mengundurkan diri sebagai dosen," kata Buni Yani.

Menurut salah satu kuasa hukumnya dari Alwin Rahadian & Patners, Hairullah M. Nur, Buni Yani terpaksa mengundurkan diri karena pihak kampus LSPR mendapat teror dan tekanan.

"Kampus mendapat teror akan diserbu oleh sekelompok orang. Dia (Buni Yani) dipanggil oleh pihak kampus. Setelahnya dia mengajukan pengunduran diri," kata Hairullah.

Menyandang status tersangka rupanya tak membuat Buni Yani sepenuhnya terpuruk. Kasus ujaran kebencian yang melilitnya itu justru membuat namanya semakin dikenal luas. 

Popularitas tersebut membuat Buni Yani kerap diundang di berbagai acara untuk menjadi pembicara. Ia bahkan mengatakan sejak pensiun sebagai dosen, dirinya mendapat sumber penghasilan baru sebagai penceramah agama di acara keluarga dan media sosial. 

"Saya bahkan sudah diundang ceramah Isra Mi'raj. Jadi jadwal saya lumayan penuh akhir minggu. Saya justru saya semakin laris," ceritanya.

Buni mengaku bukan ahli agama Islam. Namun dia mengatakan banyak belajar kembali mengenai agama Islam, terutama untuk topik yang hendak diceramahinya. 

"Tidak belajar agama secara khusus. Karena saya muslim, saya tentu belajar Islam," katanya. 

Lalu berapa tarif yang ditentukan untuk sekali ceramah agama ini? Buni Yani hanya tertawa. 

"Cukuplah untuk bertahan hidup," ucapnya. 






Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement