Rabu, 24 Januari 2018

Rumah Dinas Gubernur Anies Baswedan Bakal direnovasi, akan dipasang Lift

dki jakarta
Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat
Heronesia.com - Genap 100 hari Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta. Sejak dilantik pada tanggal 16 Oktober lalu hingga kini, Anies telah menempati rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang terletak di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Beredar kabar rumah dinas gubernur DKI Jakarta akan renovasi. Seperti dilansir merdeka.com telusuri kebenarannya lewat situs Sistem Informasi Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LPKPP), sirup.lkpp.go.id.

Pada bagian cari paket ditemukan ada empat poin pengadaan yang diajukan Pemprov DKI Jakarta untuk tahun anggaran 2018. Pengadaan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Cipta Karya, Tata ruang dan Pertanahan itu untuk merenovasi rumah dinas gubernur.

Ada empat poin pekerjaan yang diajukan untuk pengerjaan pada Februari dan Maret 2018. Mulai dari pelaksanaan pengawasan rehabilitasi/renovasi rumah dinas gubernur yang nilainya mencapai Rp 145.629.000. Lalu belanja modal pengadaan alat pendingin dan mesin pompa air rumah dinas gubernur Rp 134.310.000, kemudian untuk pelaksanaan konstruksi rehabilitasi/renovasi rumah dinas gubernur sebesar Rp 1.383.688.903. Terakhir, pengadaan elevator seharga Rp 750.200.000. Khusus untuk pelaksanaan konstruksi rehabilitasi/renovasi dan pengadaan elevator akan dilakukan dengan sistem lelang umum. Jika dihitung total anggaran renovasi mencapai Rp 2,4 miliar lebih.

Saat dikonfirmasi hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku kaget karena pada pembahasan APBD DKI Jakarta anggaran itu tak muncul.

"Enggak ada," kata Prasetio saat dikonfirmasi, Rabu (24/1).

Dia belum mengetahui pasti dana yang digunakan. Namun dia berharap tak menggunakan APBD dan menyarankan agar digunakan dana operasional gubernur dan wakil gubernur yang nilainya sudah besar.

"Tapi kalau dia disebut paka APBD biarkan BPK yang melihat. Biarkan hamba hukum yang melihat apakah itu kesalahan atau tidak. Tapi saat pembahasan anggaran itu barang enggak ada bos. Enggak ada, kita enggak tahu," kata pria akrab disapa Pras ini.

Sebagai lembaga pengawasan, dia akan mempertanyakan lebih lanjut soal dana yang akan dipakai untuk melakukan renovasi dan penambahan lift di rumah dinas gubernur.

"Akan saya tanyakan dalam rapat banggar," tegas politikus PDIP. (merdeka)
Next article Next Post
Previous article Previous Post