Jumat, 09 Februari 2018

Tak Hanya Naturalisasi, Anies Pastikan Normalisasi Sungai untuk atasi Banjir Jalan Terus

dki jakarta

Heronesia.com - Selain program naturalisasi sungai, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memastikan normalisasi tetap dilakukan sebagai upaya menanggulangi banjir. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan menyampaikan program normalisasi telah dianggarkan Rp 800 miliar melalui Dinas SDA sehingga tetap dilanjutkan.

"Program normalisasi tetap lanjut karena di anggaran kami di Dinas Sumber Daya sudah dialokasikan Rp 1,3 triliun di mana Rp 800 miliar sekian untuk normalisasi, Rp 500 miliar untuk waduk. Masih lanjut kok," kata dia di Balai Kota, Jumat (9/2).

Normalisasi akan difokuskan di tiga tempat yaitu Sungai Pesanggrahan, Ciliwung, dan Sunter. Teguh mengatakan pihaknya mengejar proyek ini agar segera tuntas.

Konsekuensi dari program normalisasi ini adalah adanya warga yang akan direlokasi. Teguh mengatakan jumlah warga yang akan direlokasi cukup banyak karena mencakup wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

"Pesanggrahan aja kan kita baru ambil wilayah selatan, belum ke barat. Karena sebagian besar sudah masuk barat. Kita akan fokus di selatan dan timur lokasinya. Kalau bidang per bidang kan meliputi berapa kelurahan, beberapa kecamatan dan dua wilayah kota," sebutnya.

Saat ini tahapannya sedang dalam proses inventarisasi lahan yang akan dibebaskan. Pihaknya menemukan data bahwa kebanyakan warga yang tinggal di bantaran sungai tak memiliki hak atau bukti kepemilikan tanah atau sertifikat. Hal ini menjadi salah satu kendala lambannya program normalisasi ini.

"Kita butuh ketelitian terkait kelengkapan administrasi. Karena uang yang kami berikan pada warga harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan melibatkan mulai dari RT/RW, lurah, camat, dan BPN dalam proses verifikasi data kepemilikan. Kendala lainnya ialah banyaknya gugatan hukum soal sengketa lahan yang prosesnya panjang.

"Misalnya di Bidara Cina juga kan masih berproses, ada gugatan. Ada class action. Akhirnya pembangunan inlet outlet di Bidara Cina terhambat, yang semestinya bisa terealisasikan sejak 2013. Itu bisa kurangi debit Kali Ciliwung bisa sampai 40 persen," kata Teguh. (merdeka)
Next article Next Post
Previous article Previous Post