Rabu, 25 April 2018

Ketua DPR Usul Rumah Dinas Anggota DPR Diganti Tunjangan, ini Kata Mendagri


mendagri, dpr

Heronesia.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo heran dengan usulan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Bamsoet mengatakan anggota DPR baru tak perlu difasilitasi rumah dinas namun diganti dengan tunjangan perumahan.

"Rumahnya ada kok diganti uang gimana sih. Kalau saya loh ya sempat 20 tahun saya pakai rumah dinas begitu, saya punya rumah dinas gak saya pakai gak masalah. Saya kira itu hak setiap anggota. Terus mau diapain rumah ini dijual gak mungkin itu aset negara," kata Tjahjo di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018) malam.

Mantan Sekjen PDIP pun menyarankan agar rumah dinas yang menjadi aset negara kini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anggota DPR.

"Saya kira yang sudah ada mari kita manfaatkan dengan baik, yang sudah ada minta sesuatu lagi, yang sudah ada mau diapain," tuturnya.

Tjahjo tak habis pikir dengan usulan itu, Pemerintah menyediakan rumah dinas bagi anggota DPR agar membantu kelancaran tugas anggota, namun masih menuntut yang lain.

"Kalau DPR mayoritas tidak menggunakan rumah ya jangan salahkan pemerintah minta lagi buatkan apartemen, rumah sudah ada tolonglah dipergunakan soal bagi yang punya rumah di Jakarta yang dikembalikan ke negara, supaya rumah itu ada yang merawat," ujarnya.

Diketahui, usulan yang dikemukan Bamsoet didasari dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, jumlah anggota DPR untuk periode selanjutnya ditambah 15 orang.

Bamsoet menyarankan agar anggaran pengadaan rumah dinas diganti dengan tunjangan perumahan seperti anggota DPRD DKI Jakarta, sehingga pemerintah tak dibebani anggaran pemeliharaan rumah dinas yang tinggi, pada Rabu kemarin (25/4/2018). (tribun)
Next article Next Post
Previous article Previous Post