Rabu, 26 September 2018

21 Artis Papan Atas "Nyaleg" di Dapil Jawa Timur, Bikin Pengamat Angkat Bicara



Heronesia.com - Menjelang pemilu legislatif (pileg) 2019, sejumlah nama artis ibu kota bersaing untuk bisa memikat suara publik di Jawa Timur.

Popularitas para artis tersebut dianggap efektif sebagai vote getter atau penarik suara. Jawa Timur bertabur "bintang" setelah terdapat 21 nama artis yang dipastikan nyaleg di dapil Jawa Timur pada Pileg 2019 mendatang.
Caleg artis dari Partai Nasdem ada 11 orang, kemudian caleg artis dari PAN ada 4 orang, PDI Perjuangan 3 orang, PKB 2 orang, dan Partai Gerindra 1 orang.

Dari Dapil Jatim I, terdapat nama Manohara Odelia dan Indra Maulana yang maju dari Partai Nasdem, Ahmad Dhani Prasetyo dari Partai Gerindra, kemudian Arzetti Bilbina dan Sundari Soekotjo dari PKB, serta Andre Hehanusa dari PDI Perjuangan.

Dapil Jatim II terdapat nama Rahma Sarita dari Partai Nasdem dan Dapil Jatim III ada nama Lucky Perdana dan Yuli Anita yang juga dari NasDem.

Dapil Jatim IV, Ferly Putra dan Charles Melkiansyah terdaftar sebagai caleg Partai Nasdem, serta Emilia Contessa dari PAN.

Di Dapil Jatim V, ada nama artis Venna Melinda yang maju dari Partai Nasdem dan Krisdayanti dari PDI Perjuangan.

Sedangkan dari Dapil Jatim VII, terdapat nama Alila Bachsin yang merupakan adik kandung Arumi Bachsin dan Eron Ariodito, adik Wakil Gubernur terpilih Jatim 2019-2024 Emil Elestianto Dardak. Selain itu, juga terdapat nama Denada. Ketiganya, maju sebagai caleg PAN.

Dari Dapil Jatim VIII, ada nama Ratna Listy, Dapil Jatim IX Tessa Kaunang, dan Dapil Jatim X Elma Theana. Ketiganya merupakan caleg yang maju dari Partai Nasdem.

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdus Salam mengatakan, artis memang memiliki modal kepopuleran, tetapi partai politik (parpol) harus tetap harus hati-hati karena pergerakan suara mulai berkembang.

"Untuk bisa diterima dan dipilih (publik), modal populer saja tidak cukup. Harus dilengkapi dengan kompetensi, kapabilitas, kapasitas, dan track record positif," ucap Surokim kepada Kompas.com, Rabu (26/9/2018).

Surokim berpendapat, investasi kader dengan hanya modal populer itu sebenarnya jalan pragmatisme politik jangka pendek.
Next article Next Post
Previous article Previous Post