Jumat, 28 September 2018

[Cek Fakta] Habibie Sebut Lawan Terberat Prabowo Bukan Jokowi? Inilah Fakta Sebenarnya


Heronesia.com - Masa kampanye Pilpres 2019 resmi dimulai sejak Minggu, 23 September 2018. Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun memulai kampanye untuk kontestasi lima tahunan tersebut.
Namun, beberapa hari menjelang masa kampanye, sebuah unggahan foto dari akun Andi Nino Wirawan di Facebook tersebar di media sosial atau medsos.

Di Facebook, foto yang diunggah pada 19 September 2018 pukul 16.58 itu mendapat 131 komentar dan dibagikan sebanyak 4.600 kali. Unggahan itu juga mendapat sekitar 1.200 tanggapan.


Klaim
Dalam keterangan unggahannya, Andi Nino Wirawan menulis:
Simak baik2, agar kita memiliki keWaspadaan tinggi, krn LAWAN Terberat Pak Prabowo adalah "KECURANGAN"
Confirm yah dgn apa yg saya katakan Kemarin !!!
Bantu saya utk VIRAL kan Tulisan saya kemarin, Tentang Pak Prabowo, Terimakasih
“BJ Habibie Mengatakan : ” Lawan Berat Pak PRABOWO itu bukan jokowi kalau hanya sekedar jokowi Jalan Mudah Buat Pak PRABOWO menuju Kepemimpinan periode berikutnya di 2019,
Kenapa Saya Katakan Begitu karena saya tau siapa prabowo dan saya juga tau sebagai pelaku sejarah yang asli pada masa itu.
Lawan Terberat Pak PRABOWO itu Hoaxs dan Fitnah yang sengaja di hembuskan kelompok2 cyber bayaran yang di telan mentah-mentah sebgaian rakyat dengan pendidikan rendah. Selebihnya tidak ada “ujar habibie kepada CNN,dalam wawancara dalam tajuk Setelah 20 tahun Reformasi!!
Semakin cerdas rakyat & semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, bila akalnya sehat pasti pilih Prabowo.


Lain halnya dengan judul artikel di situs cerinews.com. Subjek Prabowo diganti menjadi nama Jokowi.
Berikut isi lengkap artikel yang dipublikasi pada 1 Juni 2018.
BJ Habibie Sebut Lawan Terberat Pak Jokowi Itu Bukanlah Prabowo, Tapi Hal yg Satu Ini!
CeriNews.com - BJ Habibie Mengatakan : " Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo kalau hanya sekedar Prabowo Jalan Mudah Buat Pak Jokowi menuju Kepemimpinan periode berikutnya di 2019.
Kenapa Saya Katakan Begitu karena saya tau siapa prabowo khan saya juga Yang Pecat Prabowo saat saya Menjadi Presiden peralihan dari bapak soeharto ke saya jadi saya tau siapa itu prabowo,
Saya Tambahkan kembali Kalau Anda ingat dulu prabowo kurang banyak apa di dukung partai sampai 7 partai dan Pak Jokowi hanya 4 partai tapi Takdir allah , dan Kekuatan Rakyat memberikan amanah itu tetap ke bapak jokowi. jadi yg mau saya katakan ,
Lawan Terberat Pak Jokowi itu Hoax dan Fitnah selebihnya tidak ada "ujar habibie kepada CNN,dalam wawancara dalam tajuk Setelah 20 tahun Reformasi!!
So Anda yang ingin Indonesia Lebih Baik..Jangan Diam Lawannn!!!Jangan Lelah, Jangan Malu dukung Jokowi orang yg baik, bener, jujur dan amanah..
#2019TetapJokowi
#2019PilihJokowi
(Dody Haryanto)

Penelusuran Video Wawancara


Akun Andi Nino Wirawan di Facebook mengklaim cuplikan pernyataan itu dari wawancara dengan Presiden ke-3 RI BJ Habibie dengan CNN. Wawancara itu bertajuk "Setelah 20 tahun Reformasi". Pun demikian judul artikel di situs cerinews.com yang juga menyebut mengambil sumber dari CNN.
Pada Selasa (25/9/2018), Cek Fakta Liputan6.com menelusuri materi video wawancara di media berbagi video YouTube.

Fakta
Materi video yang berdurasi 28,49 menit itu berjudul "Habibie Jelang 21 Mei 1998 - Special Interview". Akun atas nama CNN Indonesia mengunggahnya pada 22 Mei 2018 dan telah ditonton sebanyak 37.634 kali.
Ternyata, wawancara utuh selama 28 menit 30 detik berisi penuturan Habibie mengenai 20 tahun reformasi. Intinya, Habibie mengungkapkan kesaksian menjelang dirinya menggantikan Presiden kedua RI Soeharto.
Selain itu, Habibie menuturkan, saat-saat awal dirinya menjabat sebagai presiden. Di bagian akhir, pakar teknologi penerbangan yang dijuluki Mr Crack itu memaparkan harapannya atas cita-cita reformasi.
Adapun bagian yang menceritakan mengenai Prabowo, tidak ada perkataan bahwa lawan terberat Prabowo itu bukan Jokowi. Habibie hanya memaparkan seputar pencopotan Prabowo yang saat itu berpangkat Letnan Jenderal TNI sebagai Pangkostrad.
Menurut Habibie, Prabowo juga tak bisa sembarangan bertemu dengan dirinya. Sebab, harus dilakukan oleh Pangab saat itu, Jenderal TNI Wiranto.
Next article Next Post
Previous article Previous Post