Rabu, 26 September 2018

Cerita Mendebarkan saat Saksi Lerai Pengeroyok Haringga



heronesia.com - Aksi pengeroyokan kepada Haringga Sirla (23) sempat dilerai oleh sejumlah Bobotoh lainnya. Namun oknum Bobotoh sadis yang mengeroyok suporter Persija tersebut jumlahnya lebih banyak sehingga tindakan main hakim sendiri sulit terbendung.

Dede yang melihat korban sudah tak berdaya bersimbah darah merasa miris. Dia lantas berteriak sambil melebarkan tangannya seolah menahan gempuran oknum Bobotoh.
Dede Supriyadi (49), misalnya. Dia berlari dari arah selatan gerbang Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menuju kerumunan massa. Dede yang seharusnya masuk ke dalam stadion untuk menyaksikan Persib vs Persija karena sudah memiliki tiket, justru memilih mendatangi keramaian massa.

"Saya lari. Pas datang ternyata korban (Haringga) sudah dipukulin. Posisinya sudah berdarah dan sudah enggak pakai baju," ucap Dede saat hadir sebagai saksi mata dalam rekonstruksi yang digelar penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (26/9/2018).

"Saya bilang heup, heup, enggeus, enggeus (setop, setop, sudah, sudah)," kata Dede sambil memperagakan aksinya kala itu.

Dede menjelaskan usai upayanya melerai, Bobotoh sempat berhenti memukuli Haringga. Menurut dia, saat itu Haringga masih hidup.

Tetapi perjuangan Dede menghentikan keberingasan massa di depan matanya itu sia-sia. Oknum Bobotoh yang ingin mengeroyok lebih banyak. Dede enggan terserat jadi korban salah sasaran lantaran saat itu tak mengenakan atribut Persib. Dia lalu keluar kerumunan sambil membawa dompet Haringga yang sempat akan diambil oleh seseorang.

"Saya melihat dompetnya ada yang mau ambil. Tapi saya ambil lagi. Setelah ada ambulans datang, baru saya kasihkan dompetnya," tutur Dede.

Haringga tewas. Nyawanya tak tertolong lantaran luka parah di kepala akibat dikeroyok massa. Polisi bergerak dan menangkap 16 terduga pelaku. Dari total pelaku itu, delapan di antaranya menjadi tersangka.
Next article Next Post
Previous article Previous Post