Kamis, 27 September 2018

Kelakar Guntur Romli terkait Dukungan Keluarga Gus Dur kepada Jokowi-Mar'uf Yang Bikin Kubu Sebelah Kejang-kejang



HERONESIA.COM- Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli berkelakar mengenai keluarga Presiden keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang telah mendeklarasikan dukungan politik kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.

Hal tersebut disampaikan Guntur Romli melalui akun sosial media Twitter miliknya, pada Kamis (27/9/2018).
Deklarasi dukungan oleh keluarga Gus Dur kepada Jokowi-Maruf diwakili oleh putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid.

Guntur Romli menulis dialog seolah-olah dirinya bertanya kepada Gus Dur.

Pada unggahannya, Guntur Romli menambahkan foto Gus Dur yang sedang tertawa disertai dengan dialog kelakar.

"Gus, Yenny Wahid kok dukung Nomer 1 Gus?

Gus Dur: Loh namanya kan sudah Yenny Wahid (Satu) bukan Yenny Isnain (Dua)

HA HA HA HA HA," tulis Guntur Romli dalam akun Twitternya.

 - Diberitakan dari Kompas.com, Rabu (26/9/2018), keluarga almarhum Gus Dur menyatakan dukungan politik kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019.

Deklarasi dukungan dibacakan oleh putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid.

Deklarasi dibacakan di rumah pergerakan politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I No 12, Kalibata, Jakarta Selatan.

"Dengan mengucap bismillahirahmanirohim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismilah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ujar Yenny.

Yenny memastikan dukungan tersebut merupakan sikap politik dari keluarga Gus Dur.

"Keluarga Gus Dur saya wakili sikap politiknya. Sikap politik sudah diamanatkam kepada saya," jelas Yenny.

Meski demikian, Yenny menegaskan jika ibunya, Sinta Nuriyah Wahid akan memilih bersikap netral di Pilpres 2019.

Yenny menuturkan, meski dirinya mewakili keluarga Gus Dur, Ibunya tidak turut menyatakan sikap karena merupakan ibu negara.

"Ibu saya tidak ikut-ikutan, beliau ibu bangsa, beliau tugasnya lebih berat dibanding memilih presiden, karena ia bertugas menjewer yang bandel dari kedua kubu," tambahnya.

Yenny juga menuturkan, Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemimpin seperti Gus Dur.

Pemimpin yang bisa memahami seluruh warga negara harus dipenuhi hak dan kewajiban dasarnya tanpa membeda-bedakan.

"Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya, bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak dan kebutuhan dasarnya untuk hidup sejahtera," ujar Yenny.

Yenny menjelaskan, pemimpin yang dipilih dapat menghadirkan keadilan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini tidak diperhatikan.

Jokowi dinilai mampu menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan dan konektivitas untuk masyarakat yang

dulunya tidak terjamah.

Semantara itu, sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur juga menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Maruf.

Sembilan organisasi tersebut di antaranya, Barikade Gus Dur, Gerakan Kebangkitan Nusantara (Gatara), Jaringan Perempuan Nusantara, Forum Silaturahim Santri Nusantara, Forum Kiai Kampung Nusantara, dan Forum Alumni Timur Tengah.

Next article Next Post
Previous article Previous Post