Rabu, 26 September 2018

Melalui Akun Twitternya Gatot Nurmantyo Beri Komentar Mengejutkan Soal Impor Beras, Ini Kata Gatot



Heronesia.com – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo turut mengomentari polemik impor besar yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dilansir TribunWow, Senin (24/9/2018), Gatot Nurmantyo melalui akun Twitternya @NurmantyoGatot mempertanyakan alasan kemendag mengimpor beras. Menurut Gatot, Indonesia sekarang memasuki masa panen sehingga impor beras tidak diperlukan.
Tidak hanya itu, Gatot mengatakan bahwa kepala Bulog yang mengurusi stok pangan mengungkapkan Indonesia tidak perlu mengimpor beras karena cadangan beras masih cukup hingga Juni 2019.

Gatot menjelaskan Indonesia adalah negara agraris sehingga rakyat Indonesia makan nasi dari petani-petani Indonesia. Gatot juga menambahkan para petani adalah tulang punggung pangan Indonesia. Gatot menanyakan kembali aapa alasan kemendag tetap mengimpor beras.

“Skrng saatnya panen kok impor ? Unt apa? Ka Bulog yg mengurusi stok pangan bilang tdk perlu impor karena cadangan beras cukup sampai Juni 2019. Indonesia negara agraris. Kita makan nasi dari petani-petani kita. Mereka tulang punggung pangan kita. Kok tetep mau impor ! Ada apa ??,” tulis @NurmantyoGatot



Diberitakan sebelumnya, polemik antara Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita ini berawal dari izin impor beras untuk Bulog sebanyak 2 juta ton.

Keputusan persetujuan Enggar itu didasari karena menurutnya stok beras belum aman dan produksi beras lokal terbatas karena peralihan fungsi lahan sawah yang gencar dilakukan.



Enggar pun mengatakan jika permohonan itu telah diminta oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Namun, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) membantah dirinya yang meminta agar impor beras itu terlaksana.

Buwas menegaskan keputusan impor beras sebanyak 2 juta ton yang kuotanya diberikan kemendag dilakukan sebelum dirinya menjabat dirut Bulog.

Diberitakan Kompas.com, Buwas menjelaskan gudang yang dimiliki Bulog saat ini tidak cukup menampung stok beras sehingga Bulog pun harus menyediakan gudang tambahan sebelum didistribusikan ke pasar.

Buwas mengungkapkan pihaknya bahkan harus menyewa gudang milik institusi negara lain untuk mengakomodir stok beras tersebut.

"Secara kapasitas, gudang Bulog mampu menampung tiga juta ton beras, tetapi karena ada beberapa yang harus diperbaiki, rusak, dan lainnya jadi hanya mampu 2,2 juta ton. Hari ini kita sewa dan pinjam gudang milik TNI AU buat menyimpan beras di luar gudang Bulog," jelas Waseso di Pasar Raya Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).
Next article Next Post
Previous article Previous Post