Jumat, 28 September 2018

Menyeberang ke NasDem, Partai Demokrat Pecat Vicky Lumentut

politik

Heronesia.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat memberhentikan dengan tidak hormat kadernya, GS Vicky Lumentut. Vicky adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sulawesi Utara yang juga menjabat sebagai Wali Kota Manado. Vicky menjabat sebagai wali kota selama dua periode, yakni 2010-2015 dan dilantik kembali pada 2016.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan pemberhentian itu terkait dengan pindahnya Vicky ke Partai NasDem. Demokrat menduga, keputusan pindah partai itu terkait dengan kasus hukum yang tengah menjerat Vicky.

"Patut diduga bahwa pindahnya yang bersangkutan ke Nasdem terkait dengan permasalahan hukum yang sedang dihadapinya," kata Hinca melalui keterangan tertulis pada Jumat, 28 September 2018.

Hinca membeberkan kronologis pindahnya Vicky ke Partai NasDem. Menurut Hinca, Vicky masih menghadiri perayaan hari ulang tahun ke-17 Partai Demokrat yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada 17 September lalu. Vicky juga mengikuti konsolidasi DPP dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat se-Indonesia.

Sepuluh hari kemudian, kata Hinca, DPP Demokrat mengetahui Vicky berada di kantor Partai NasDem dan hampir dipastikan bergabung ke partai yang dipimpin Surya Paloh itu.

Dua hari lalu, Hinca melanjutkan, Partai Demokrat mendengar kabar adanya masalah hukum yang terkait dengan Vicky. Hinca mengaku mendapat kabar bahwa Vicky sudah dua kali dipanggil Kejaksaan Agung atas perkara dugaan tindak pidana korupsi bantuan penanganan banjir di Manado tahun 2014.

Pemanggilan pertama dan kedua, ujar Hinca, terjadi pada 24 Agustus dan 24 September. Hinca berujar Vicky diagendakan kembali diperiksa sebagai saksi pada 2 Oktober mendatang. Hinca mengatakan partai telah berusaha mengklarifikasi informasi ini ke Vicky, tetapi nihil hasil.

"Kami telah berusaha berkomunikasi dengan Vicky untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi, tetapi sama sekali tidak berhasil," kata anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Berdasarkan kronologistersebut, kata Hinca, Demokrat menduga Vicky tengah mencari lokomotif perlindungan politik atas kasus yang tengah dia hadapi. Sebab, Jaksa Agung HM Prasetyo merupakan politikus Partai NasDem.

Setelah memberhentikan Vicky secara tidak hormat, DPP Demokrat mengambil alih kepemimpinan DPD partai di Sulawesi Utara.
Next article Next Post
Previous article Previous Post