Jumat, 28 September 2018

Terkuak Sudah, Ternyata Pelaku Penusukan Kacab Bank di Kediri Anak Buah Sendiri, Begini Kronologinya



Heronesia.com  - Akhirnya terkuak sudah siapa yang menjadi pelaku penusukan Jonny Suwono (43), kepala cabang sebuah bank sekuritas di Kota Kediri. Ia tak lain adalah anak buahnya sendiri dan perempuan yang bersamanya pada hari Selasa (25/9/2018) lalu, Ririn Seftifiana (34).

Hasil olah TKP akhirnya menggiring polisi untuk menetapkan Ririn sebagai tersangka. 

"Iya benar, RR resmi kita tetapkan sebagai tersangka kejahatan sejak tadi malam," jelas Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih kepada detikcom, Kamis (27/9/2018).

Meski tidak membeberkan secara gamblang, Hanif mengungkapkan ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan penyidik, yang kemudian memantapkan penetapan Ririn sebagai tersangka.

"Ada beberapa hal yang menjadi acuan penyidik dalam menetapkan tersangka. Salah satunya ada ketidaksesuaian antara keterangan RR dengan fakta di TKP mobil," ujar Hanif.

Sudah Diduga! Pelaku Penusukan Kacab Bank di Kediri Anak Buah SendiriBercak darah di mobil Xenia yang ditumpangi Jonny dan Ririn. (Foto: Andhika Dwi/File)

Sejumlah kejanggalan tersebut di antaranya perbedaan keterangan antara Jonny dan Ririn. Versi Ririn, Ririn mengaku awalnya diajak oleh Jonny yang tak lain atasannya untuk menemui salah seorang nasabah di Kecamatan Pare.

Setibanya di pinggir jalan Desa Sambirejo, mobil berhenti dan keduanya menunggu selama sekitar 30 menit. Ririn yang tadinya duduk di samping Jonny di bangku depan tiba-tiba berpindah tempat ke kursi belakang pengemudi.

Saat inilah Ririn mengaku langsung diserang, namun ia berhasil merebut pisau dan menusuk bagian leher Jonny. Ririn lantas keluar dari mobil dan berupaya meminta tolong kepada warga sekitar.

"Kalau versi dari Ririn, Ririn akan dibunuh dan dihabisi saat di dalam mobil dengan menggunakan pisau. Lalu Ririn berhasil merebut pisau kemudian menusuk leher Jonny, dan sebelumnya mereka sedang menunggu nasabah bank di Pare dengan berdiam di dalam mobil," jelas Hanif.

Sudah Diduga! Pelaku Penusukan Kacab Bank di Kediri Anak Buah SendiriTas yang diduga digunakan untuk menyimpan dua bilah pisau. (Foto: Andhika Dwi/File)

Namun Jonny yang sedang mendapat perawatan medis secara intensif di RSUD Pare, sempat berujar kepada polisi bahwa kala itu ia diajak Ririn untuk bertemu nasabahnya. Mereka sempat menunggu di pinggir jalan selama 30 menit.

Di saat menunggu itulah, Ririn tiba-tiba pindah ke kursi belakang, persis di belakang kursi pengemudi di mana Jonny duduk. Sesaat kemudian Jonny mengaku dipukul di bagian kepala menggunakan palu. Jonny lantas refleks menoleh ke belakang dan langsung ditusuk di bagian leher oleh Ririn. 

"Versi Jonny, saat menunggu nasabah dari Ririn, Ririn pindah ke kursi belakang. Tanpa ada penjelasan Jonny langsung dipukul. Saat dirinya menoleh dan berusaha menanyakan sebabnya Ririn langsung menusuk lehernya dengan pisau. Ini berdasar keterangan singkat anggota di lokasi dan Jonny saat saya temui kemarin malam di RS," papar Hanif.

Kedua, temuan dua bilah pisau dapur sepanjang 20 cm dalam mobil Daihatsu Xenia dengan nopol N 1437 BV yang ditumpangi Jonny dan Ririn. Kedua pisau ini juga sengaja dibungkus plastik pada bagian gagangnya.

Tas yang dibawa Ririn di hari penusukan juga berbeda dengan yang dibawanya sehari-hari. Dalam kesehariannya, Ririn biasa membawa tas berwarna hitam dan berukuran kecil. Namun kala itu, bawahan Jonny tersebut membawa tas berukuran besar dengan warna abu-abu.

"Ada dua bilah pisau, satu untuk digunakan menusuk, satunya ditemukan di bawah kursi dengan gagang pisau terbungkus plastik. Ada juga tas yang biasa ia bawa ditinggal di kantor. Di TKP ukurannya lebih besar dan bisa untuk membawa pisau," ungkap Hanif.

Sudah Diduga! Pelaku Penusukan Kacab Bank di Kediri Anak Buah SendiriSelain pisau dapur, di dalam tas ini juga ditemukan sebuah palu. (Foto: Andhika Dwi/File)

Kuat dugaan, tas itu sengaja digunakan untuk membawa dua bilah pisau dan palu yang telah disiapkan Ririn. Selain itu, polisi curiga dengan plastik yang membungkus gagang pisau yang disimpan dalam tas tersebut. Ada kemungkinan itu juga untuk menghilangkan jejak atau sidik jari Ririn bila ia berhasil melakukan tindak kejahatan terhadap Jonny.


"Buat apa gagang pisau dibungkus plastik," imbuh Hanif.

Sayangnya Hanif mengungkapkan Ririn sama sekali tak mengakui setiap bukti yang diajukan polisi kepadanya. "Memang pelaku tidak mengakui semua temuan kami dan apa yang kita sangkakan, namun bukti dan temuan fakta kami sudah cukup bukti, pelaku sengaja melukai korban," pungkasnya.

Untuk sementara, polisi menduga motif di balik penusukan ini adalah urusan hutang piutang di antara Ririn dan Jonny. Menurut pengakuan Jonny sebelumnya, Ririn berhutang uang sebesar Rp 100 juta namun tak kunjung dikembalikan.

Tersangka lantas dijerat dengan pasal 353 ayat 1 dan 2 serta Sub Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan terhadap orang lain yang berakibat luka berat, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Next article Next Post
Previous article Previous Post