Jumat, 28 September 2018

VIDEO Gempa 7,7 SR Guncang Donggala Sulawesi Tengah, Beginilah Ganasnya Gempa Berskala Tsunami Yang Meluluh Lantakkan Donggala



Heronesia.com -- Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR melanda Donggala, Sulawesi Selatan hari ini, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB. BMKG sempat memperingatkan adanya potensi tsunami akibat gempa bumi yang terjadi ini.
Namun, peringatan tsunami tersebut dinyatakan berakhir pada pukul 17.36 WIB setelah beberapa gempa susulan terjadi.
Video kiriman yang diterima TribunnewsBogor.com, menggambarkan kepanikan warga pasca gempa mengguncang Donggala
Dalam video tersebut seorang pria mengabarkan bahwa baru saja terjadi gempa di Donggala.

"Bempa barusan terjadi, tanggal 28 September pas mau salat magrib.
Ya Allah ya Rahman, saya Muhamad Arif Abbas, gempa terjadi, gempa gempa ya Allah," kata seorang pria di video.

 Ia juga menunjukkan kondisi tangan yang berlumur darah.
Gempa berkedalaman 10 kilometer, berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah.

Ini videonya:





Gempa 7,7 SR yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) sore, terus membuat panik.

Bahkan air laut di Teluk Palu, sudah dilaporkan naik.
"Sudah 4 meter. Sudah lewat tanggul, depan Hotel Palu Beach," kata Arif, warga Jl Gadjah Mada, Palu, melalorkan kondisi pukul 18.00 wita.

Lili Chandra, warga Palu, lainnya mengabarkan, mereka takut meninggalkan rumah.
Akses telepon selurar dengan jaringan banyak tak nyambung.
Lili berkominikasi dengan jaringan XL.
Dia menggambarkan, kondisi ini lebih mencekam dari gempa 5,5 SR, Sabtu (22/9/2018) pagi lalu.
"Ini nenek saya lagi dicari di rumahnya pakai motor." Mobil tak ada berani yang jalan," kata Lili kepada Tribun.





Sementara itu, beberapa kota di sekitar Donggala juga ikut merasakan guncangan gempa bumi yang terjadi sore tadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengimbau masyarakat Donggala dan sekitarnya untuk tetap waspada.

Hal ini disampaikan lewat pernyataan yang dikeluarkan sore tadi.
"Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada.
Sebaiknya tidak berada di dalam rumah atau bangunan karena potensi gempa susulan dapat membahayakan.
Dihimbau masyarakat dapat berkumpul di daerah-daerah yang aman.
Hindari lereng-lereng perbukitan yang mudah longsor.
 Tetap gunakan informasi resmi dari BMKG, BNPB dan BPBD."
Sutopo sendiri sudah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB menuju ke lokasi bencana.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Donggala, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka.

Korban dilaporkan tertimpa bangunan yang roboh.
Tak hanya itu, puluhan rumah dinyatakan mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat masih dilakukan oleh petugas.(Tribun Network)


Next article Next Post
Previous article Previous Post