Selasa, 02 Oktober 2018

Dolar AS Tembus Rp 15.000



Bruniq.com - Dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya menembus level psikologis di Rp 15.000. 

Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (2/10/2018), dolar AS siang ini berada di Rp 15.001.

Bila ditarik dalam rentang waktu 3 bulan terakhir, rupiah suda terdepresiasi sedalam 7,6%, di mana pada tanggal 19 Juni 2018, dolar AS masih berada di Rp 13.930.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar dolar AS yang hampir menyentuh Rp 15.000 sendiri banyak dipengaruhi kondisi global. Mulai dari kenaikan suku bunga acuan AS, kebijakan moneter The Fed, hingga pengaruh perang dagang AS.

Akibat berbagai kebijakan dari AS tersebut membuat peredaran mata uang dolar AS jadi terbatas. Hal ini yang terjadi di Indonesia dan menyebabkan pasokan dolar AS di dalam negeri menjadi berkurang.


Terlebih, tingkat ekspor Indonesia saat ini masih lebih rendah dibandingkan impor, atau defisit. Karenanya, permintaan terhadap barang dan jasa impor justru semakin meningkat dan membuat dolar AS menjadi lebih mahal.

"Demand lebih banyak impor barang dan jasa, maka harga dolar AS menjadi mahal. Hukum supply-demand," ujarnya beberapa waktu lalu. 
Next article Next Post
Previous article Previous Post