Selasa, 02 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Babak Belur Wajah Lebam Dan bengkak, Mardani Alisera Bilang Begini



Bruniq.com - Ketua DPP PKS sekaligus Deklarator Gerakan tagar 2019 Ganti Presiden Mardani Ali Sera menilai aksi penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet merupakan sebuah bencana dan tragedi. Menurutnya, aksi penganiayaan itu merupakan upaya pembungkaman kepada Ratna.

"Ini upaya untuk membungkam Ratna Sarumpaet," ujar Mardani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu juga curiga aksi penganiayaan terhadap Ratna itu juga berkaitan dengan aksi deklarasi gerakan tagar 2019 ganti presiden yang selama ini digaungkan Ratna dan sejumlah aktivis lainnya. Mengingat, Ratna juga beberapa kali telah mengalami persekusi.

"Nah motif detailnya saya harap kepolisian bisa membuktikan motifnya," katanya.

Mardani enggan secara tegas menunjuk siapa yang berupaya membungkam Ratna.

"Saya tidak ingin mengkaitkan dengan rezim. Nanti akan sangat politis walaupun saya politisi, tetapi gaya ini hampir kayak gaya PKI," kata Mardani.

Mardani pun mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tindak penganiayaan ini. Sebab, menurutnya tindakan ini merupakan ujian bagi profesionalisme dan integritas aparat kepolisian.

"Karena Mbak Ratna dalam posisi berseberangan dengan pemerintah, Mbak Ratna dalam posisi yang sangat vokal dan kejadian ini sevokal apapun tidak dibenarkan, ini adalah tragedi dan ini adalah sesuatu yg harus dilawan bagi yang cinta negeri ini," ujarnya.


Tindak penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet tersebut dibenarkan oleh Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan ACTA.

Koordinator jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan peristiwa penganiyaan itu terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 21 September lalu. Kepada timses Prabowo-Sandi, Ratna mengaku dianiaya sekelompok orang tak dikenal.

Pagi tadi detikcom juga telah meminta konfirmasi ke Ratna mengenai kabar penganiayaan ini. Wanita di ujung telepon dari nomor seluler Ratna menjawab 'tidak' untuk setiap pertanyaan yang diajukan.
Next article Next Post
Previous article Previous Post