Rabu, 28 November 2018

Debat Panas dengan Rian Ernest, Faldo Maldini: Kami Mohon, Mohon, Mohon Banget ke Petahana



Bruniq.com- Timses Jokowi-Ma'ruf Amin, Rian Ernest melakukan debat terbuka dengan Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini.

TribunJateng.com, melansir melalui akun Youtube KOMPASTV yang diunggah pada Senin (26/11/18)

Kedua tim tersebut membahas Soal harga kebutuhan pokok di pasar.

Rian Ernest menyebut bahwa Prabowo-Sandiaga adalah orang-orang elite politik yang mengenyam pendidikan di luar negeri.

"kaget pasar, artinya mendadak ke pasar, mereka turun ke pasar," ujar Rian Ernest.

Lantas Rian Ernest ikut membenarkan bahwa keduanya tidak pernah ke pasar dan tiba-tiba ke pasar.

"Door stop bilang ke wartawan harga di pasar mahal, itu hanya jargon politik dan menciptakan kesan ketakutan di masyarakat harga sembako mahal, meski fluktuatif naik turun harga sembako fluatif cenderung stabil," ujar Rian Ernest.

Lantas pernyataan Ernest itu ditanggapi oleh Andre Rosiade yang mengatakan bahwa sandiaga Uno adalah Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia.

Andre mengatakan bahwa Sandiaga Uno sudah mengunjungi pasar sebanyak 270 pasar selama 3 tahun.

"Kami memang fokus ke ekonomi, pasar itu adalah instrumen untuk kita cek kondisi riil ekonomi," ujarnya.

Andre mengaku bahwa pedagang pasar mengaku daya beli berkurang 20-40 persen.

"Harga naik itu wajar, tapi daya beli berkurang," ujar Andre.

Soal tempe, para pedagang mengaku bahwa tempe dibuat tips agar menekan biaya produksi agar harga tidak naik.

Lantas Rian Ernest mengatakan bahwa tim Sandiaga menciptakan ketakutan.

"Tim Pak sandi ini menciptakan ketakutan seolah-olah bener," ujar Rian Ernest.

Lantas, Faldo Maldini diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan.

"Ini jadi renungan untuk kita bersama, jangan sampai kita masuk ke pasar terus kita bilang harga mahal, disebut bohong, kita sudah dilarang di kampus, jangan-jangan di pasar kita dilarng juga ke pasar, kita harus kampanye seperti apa, " ujar Faldo Maldini.

Faldo menegaskna bahwa daya beli turun.


Faldo mengatakan bahwa konsentrasi tim Prabowo-Sandiaga fokus dalam perekonomian khususnya kestabilan harga fokus dengan petani, pedagang, pengrajin, masyarakat dan impotir.

"Tolong, saya mohon, mohon banget, ke petahana jangan sampai larang-larang ke oposisi ketika kita ada data yang berbeda dengan petahana," ujar Faldo Maldini.

Rian Ernest mengaku timnya tidak melarang untuk berkampanye.

Faldo lantas mengakatan bahwa Sandiaga Uno ke pasar membuat Jokowi kembali lagi ke pasar.


Diketahui sebelumnya, Saat berkunjung ke Bandar Lampung, Jokowi menyinggung ada orang masuk ke pasar tradisional dan tidak membeli apa pun.
Namun, ketika keluar pasar mengatakan harga barang di pasar tradisional mahal-mahal.

Jokowi mengatakan, ia berkunjung pasar tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga mengecek harga bahan pangan.

"Waktu ke pasar di Bogor, tempe yang panjang dan gede itu hanya Rp 4.000. Tadi pagi, saya juga ke Pasar Gintung, tempenya lebih murah lagi, Rp 3.500. Dimakan tiga hari saja enggak habis itu. Kalau itu (tempe) dipotong, bisa jadi 15 lembar," ujar Jokowi.

Demikian juga harga sayur mayur. Saat mengunjungi pasar di Bogor, ia membeli satu ikat bayam Rp 2.000.

Sementara di Pasar Gintung Bandar Lampung, harganya malah lebih murah, Rp 1.000 per ikat.

Hanya beberapa komoditas yang ia lihat mengalami fluktuasi harga.

Salah satunya daging ayam. Oleh sebab itu, Jokowi terkadang merasa kesal apabila ada yang mengatakan bahwa harga-harga bahan pangan di pasar tradisional mahal-mahal.

"Jangan lagi ada yang masuk ke pasar, enggak beli apa-apa, keluar pasar lalu bilang wah harganya mahal- mahal. Orang enggak pernah ke pasar juga, tiba-tiba nongol di pasar, keluar-keluar bilang harga mahal," ujar Jokowi.

Enggak mungkin orang super kaya, tiba-tiba datang ke pasar, enggak biasalah. Apalagi datang ke pasar, enggak beli apa-apa, tahu-tahu bilang ini mahal, ini mahal," lanjut dia.

tanggapan Sandiag Uno

Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02, tak mau berprasangka buruk atas ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon presiden nomor 1.

Jokowi, saat berkunjung ke Lampung, Sabtu (24/11/2018), menyindir orang kaya yang tak pernah ke Pasar, namun tiba-tiba menyebut harga-harga kebutuhan mahal.

"Saya husnudzon saja atas pernyataan Pak Presiden. Mungkin yang dimaksud bukan saya," ujar Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis, Minggu (25/11/2018).

"Tapi, kalau memang ditujukan kepada saya, yang bilang harga-harga di pasar naik dan tidak stabil itu bukan saya, tetapi pedagang dan pembeli sendiri," kata Sandiaga Uno


Next article Next Post
Previous article Previous Post