Rabu, 28 November 2018

Jelang Akhir Masa Jabatan, Dahnil Anzar Curhat Sambil Kutip Tan Malaka



Dahnil Anzar

Heronesia.com - Masa jabatan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah hampir berakhir. Dahnil membeberkan masa-masa sulitnya menjabat ketua umum.

"Selama memimpin Pemuda Muhammadiyah empat tahun ini, yang paling berat ketika saya menerima efek dari komitmen menjalankan dakwah Amar Maruf Nahi Munkar," ujar Dahnil di sela menghadiri hari terakhir pelaksanaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Yogyakarta, Rabu 28 November 2018.

Dahnil menuturkan yang dimaksud dengan dakwah Amar Maruf Nahi Munkar itu ketika dirinya turun langsung untuk melakukan berbagai aksi di masyarakat yang terkena ketidakadilan. Mulai dari keterlibatannya dengan Muhammadiyah untuk mengungkap kasus terduga teroris Siyono.

Siyono merupakan terduga teroris yang ditangkap di Solo, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Maret 2016, saat berada dalam pengawasan Densus 88.

Selain itu Dahnil juga merasakan efek manakala Pemuda Muhammadiyah juga getol mendesak agar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diungkap.

"Komitmen menjalankan dakwah amar maruf nahi munkar itu tidak mudah karena pasti mendapatkan fight back dari pihak-pihak yang merasa terganggu," ujar Dahnil.

Dahnil menuturkan sebagai ketum organisasi pemuda Islam besar seperti Muhammadiyah, menurutnya sudah menjadi kewajiban menjalankan dakwah amar maruf nahi munkar.

Dahnil Anzar menuturkan yang harus dijaga dari jiwa pemuda adalah keberanian. Dahnil pun mengatakan seperti apa yang pernah dikatakan Tan Malaka, bahwa idealisme adalah kemewahan yang harus dijaga pemuda.

"Keberanian hal yang harus dirawat pemuda, terutama idealisme yang merupakan kemewahan yang harus dijaga pemuda," ujarnya.

Usai lengser dari kursi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil mengatakan akan kembali fokus menjalani aktivitasnya sebagai koordinator juru bicara pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Setelah tugasnya selesai sebagai juru bicara Dahnil Anzar rencananya akan kembali ke kampus dan menjalani profesi awalnya sebagai dosen.


Next article Next Post
Previous article Previous Post