Kamis, 29 November 2018

Jokowi : "Jangan Ragukan Komitmen soal UMKM, Anak Saya Jual Martabak




Brunqi.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak meragukan komitmennya terhadap pengembangan UMKM. Pernyataan ini disampaikan Jokowi menanggapi polemik kebijakan relaksasi Daftar Negatif Indonesia (DNI) yang mengizinkan asing bisa masuk 100% ke 25 bidang usaha, termasuk di dalamnya UMKM.

Jokowi menegaskan dia dan keluarganya tumbuh dari UMKM. Bahkan anak-anaknya juga terjun ke UMKM.

"Saya ini alumni UMKM. Keluarga saya juga masuk dalam kategori UMKM. Anak-anak saya juga masuk dalam kategori UMKM, jualan martabak, jualan pisang. Kelasnya UMKM, usaha mikro, usaha kecil. Kita tahu mayoritas pengusaha Indonesia juga UMKM. Jadi sekali lagi jangan meragukan komitmen saya terhadap UMKM, jangan ragukan!," ujar Jokowi di acara penutupan Rapimnas Kadin, di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018).

Selain itu, menurut Jokowi, kontribusi UMKM bagi ekonomi Indonesia sangat signifikan. Saat ini ada sekitar 62 juta unit UMKM dan menurut data yang diperoleh UMKM memperkerjakan 116 juta orang. Sebuah jumlah yang sangat besar.

Artinya, kata Jokowi, mayoritas lebih dari 80% tenaga kerja Indonesia berada di sektor UMKM.

"Bahkan kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 60%," tutur Jokowi.

"Barangnya itu belum sampai ke Istana Perpresnya belum saya tandatangani. Jadi tidak perlu ragu, saya pastikan akan saya keluarkan UMKM ini dari relaksasi DNI. Saya putuskan di sini, sudah," ujar Jokowi.
Asing Tak Masuk UMKM

Saat penutupan Rapimnas Kadin tersebut, Jokowi menegaskan UMKM dikeluarkan dari kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI). Melalui kebijakan relaksasi DNI itu pemerintah membuka 25 sektor bidang usaha untuk investor asing hingga 100%, dan bidang usaha itu termasuk UMKM. Rencananya kebijakan diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Cuma, Jokowi menegaskan, rincian aturan relaksasi DNI itu belum ditandatangani.

Keputusan Jokowi ini menjawab keluhan Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dan Ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

"Kalau sudah ketua KADIN dan HIPMI yang ngomong siapa lagi yang mau saya dengar? Nanti begitu masuk ke Istana ya sudah saya lihat, coret," kata Jokowi.



Next article Next Post
Previous article Previous Post