Kamis, 29 November 2018

Kritik Keras Fahri Hamzah Soal 'KPK Bisa Saja OTT Tiap Hari'


fahri hamzah, politik

Heronesia.com -
Fahri Hamzah melontarkan kritik keras terhadap KPK lagi. Fahri menyebut KPK frustrasi karena terus-menerus melakukan operasi tangkap tangan (OTT). "Kalau cara-cara OTT begini ini cara-cara yang sebenarnya menunjukkan bahwa KPK frustrasi. Masa Ketua KPK bilang 'kalau KPK mau, bisa OTT setiap hari', kalau KPK dikasih aparat lebih banyak, dia bisa OTT setiap hari. Ini kan frustrasi," ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Terus-menerusnya dilakukan OTT menurut Fahri merupakan kegagalan KPK. Sebab, Fahri menganggap KPK berhasil bila tindakan korupsi makin sedikit di Indonesia.

"Artinya, KPK itu gagal. Harusnya kan kalau Ketua KPK-nya benar, coba kalian lihat, gara-gara KPK, susah kita cari orang korupsi. Alhamdulillah sukses semua, sudah nggak ada lagi orang korupsi. Lo, Ketua KPK malah bilang 'kalau kita mau setiap hari ada OTT'. Lo, artinya lu gagal dong, Bos? Ini orang gagal minta tepuk tangan terus," tutur Fahri.

Karena KPK dinilai Fahri 'lempar handuk' dalam pemberantasan korupsi, Presiden Jokowi diminta membuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

Perppu itu, menurut Fahri Hamzah, mengintegrasikan banyak lembaga, seperti KPK, Komnas HAM, Ombudsman, LPSK, Komnas Perempuan dan Anak-Anak.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai pernyataan Fahri Hamzah bermaksud baik untuk mendukung pemberantasan korupsi.

Karena itu, KPK menyiapkan konsep Perppu Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Sebenarnya maksud Fahri itu baik, bahkan paham apa keinginan KPK. Lihat saja pada poin akhir, yang bersangkutan kan meminta perlu adanya segera perppu (karena keadaan mendesak). Negara memerlukan perppu yang mengatur kembali bagaimana kita memerangi korupsi," kata Saut, Kamis (29/11).

"KPK sedang intens sekali sejak beberapa minggu ini menyiapkan konsep untuk perppu itu, nggak perlu nunggu hasil pilpres. Ini agar presiden hasil pilpres punya komitmen," imbuhnya.


Next article Next Post
Previous article Previous Post