Jumat, 30 November 2018

Laporan soal Tampang Boyolali Disetop, Ini Pesan Tim Jokowi untuk Prabowo


politik

Heronesia.com - Bawaslu memutuskan menghentikan laporan mengenai 'tampang Boyolali' yang pernah diucapkan capres Prabowo Subianto. Timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan tetap menghormati apapun keputusan Bawaslu.

"Itu kan reaksi dari orang Boyolali sendiri (melaporkan). Intinya pandangan timses, kami menyerahkan ke Bawaslu apapun keputusan yang diambil. Apakah itu termasuk pelanggaran pemilu atau bukan," kata Juru bicara timses Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, seperti dilansir detikcom, Kamis (29/11/2018) malam.

"Tentu Bawaslu punya pertimbangan tersendiri terhadap bukti-bukti yang ada. Tapi tentu kami sangat menyayangkan yang seharusnya bercanda sih bercanda, tapi jangan seakan-akan merendahkan," jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Lebih lanjut, Ace tetap meminta Prabowo berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu. Terutama terkait candaan yang tidak layak.  "Namun ini harus jadi pembelajaran bagi Prabowo hati-hati dalam bicara sekalipun itu maksudnya bercanda tetapi menggunakan candaan dengan menyebut tampang Boyolali tidak layak hotel mewah di Jakarta, itu menandakan bahwa orang Boyolali itu tidak kota," tutur Ace.

Bawaslu menghentikan laporan oleh Barisan Advokat Indonesia (BADI) terkait pidato 'tampang Boyolali'. Pidato tersebut dilaporkan karena dituduh mengandung penghinaan dan SARA.

Padahal, sebelum laporan ini Prabowo telah meminta maaf atas ucapannya tersebut. Permintaan maaf disampaikan Prabowo melalui sebuah video yang di-posting oleh Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, Selasa (6/11).

Laporan BADI dihentikan oleh Bawaslu. Bawaslu menilai pernyataan tersebut tidak masuk dalam kegiatan kampanye.

"Pernyataan 'tampang Boyolali' tidak dalam kegiatan kampanye tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali. Peserta yang hadir kader partai pengusung paslon 02," ujar anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, Kamis (29/11).

Ratna juga mengatakan pernyataan Prabowo tersebut tidak masuk dalam bentuk penghinaan dalam kegiatan kampanye.

Menurutnya, Bawaslu telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor dalam mengambil keputusan.


Next article Next Post
Previous article Previous Post