Jumat, 30 November 2018

Prabowo Sebut Utang untuk Impor, Luhut Angkat Bicara Bilang Begini


prabowo, luhut

Heronesia.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut, utang yang diperoleh Indonesia hanya untuk mengimpor pangan. Hal itu dianggap merugikan Indonesia sendiri karena sumber daya alam melimpah.

Merespons pernyataan Prabowo itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan buka suara. "Negara kita nggak miskin-miskin amat," kata dia di kantornya Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Kemudian, Luhut menerangkan, rasio pajak (tax ratio) Indonesia saat ini 12%. Penerimaan negara, ujar Luhut, sebesar 83,5% dari pajak.

"Tax ratio kita 12%, artinya apa, penerimaan APBN itu mereka nggak tahu, atau pura-pura nggak tahu 83,5% dari pajak. Kita nggak ada masalah soal financing," jelasnya.

Keuangan negara juga telah dikelola dengan baik. Luhut bilang, pihak Bank Dunia sendiri telah memuji pengelolaan keuangan Indonesia.

"Orang World Bank mengatakan kita punya state budget sangat kredibel sangat mumpuni. Jadi kalau ada yang ngomong kita utang bertumpuk, orang malah bilang utang kalian sedikit kali. Kita salah satu utang paling rendah dunia. Jadi nggak betul itu. Asbun aja itu," tutup Luhut.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, menilai uang utang yang diperoleh Indonesia saat ini hanya untuk mengimpor pangan. Padahal sumber daya alam di Indonesia melimpah.

"Utang kita bukan digunakan untuk meningkatkan produksi kita, tapi ternyata malah uang hutang kita digunakan untuk impor, impor, impor (bahan) pangan yang malah merugikan rakyatnya sendiri," katanya saat berpidato di Sasana Hinggil, Keraton, Kota Yogyakarta, Rabu (28/11/2018).

Menurut Prabowo, dengan semakin meningkatnya utang negara bukanlah menambah kuat suatu negara, melainkan semakin melemahkannya. Terlebih, pemerintah berwacana melakukan impor bahan bakar 100% dari luar negeri.

"Bagaimana bisa negara kuat kalau tidak swasembada pangan? Bagaimana negara bisa kuat kalau kita import bahan bakar 100 persen dari luar negeri? Ini akan terjadi 9 tahun lagi kalau kita tidak berbuat apa-apa," tuturnya


Next article Next Post
Previous article Previous Post