Senin, 10 Desember 2018

Jokowi Meminta Agar Para Politikus Tidak Menggunakan 'Kritik Pembodohan', Habiburokhman Angkat Bicara




Bruniq.com  - Presiden Joko Widodo meminta kritik yang disampaikan haruslah berbasis data, bukan pembodohan. Partai Gerindra menyebut rakyat sudah cerdas dan paham kritik-kritik yang disampaikan pihak mereka.

"Menurut saya rakyat sudah cerdas, paham jika kritikan kami soal harga mahal dan lapangan kerja susah adalah substansial dan relevan dengan kehidupn mereka," kata Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman saat dimintai konfirmasi, Senin (10/12/2018).

Bagi Habiburokhman, apa yang disampaikan oposisi selama ini berdasarkan fakta lapangan. Lebih jauh, Habiburokhman ingin Jokowi terbuka menerima kritik.
Habiburokhman menegaskan kritik yang disampaikan oposisi selama ini selalu berdasarkan fakta. Fakta itu disebut Habiburokhman kerap ditemui elite oposisi, termasuk dirinya, saat menemui langsung rakyat.

"Selama ini kami menyampaikan fakta yang kami temui di lapangan," tegas Habiburokhman.

Jokowi dalam pidato saat membuka Konvensi Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, siang tadi menyebut dirinya memang butuh kritik, tapi yang berbasis data. Pembodohan atau kebohongan, lanjut Jokowi, tak diperlukan. Termasuk juga narasi yang menyebarkan ketakutan kepada rakyat.

"Saya sendiri juga turun ke lapangan dan mendapat masukan hidup rakyat memang sulit. Mereka mengeluh listrik mahal, kualitas BPJS menurun dan lain- lain. Kami hormati posisi Pak Jokowi sebagai presiden aktif, tapi beliau juga harus mau dengar masukan dari masyarakat," sebut Habiburokhman.


Next article Next Post
Previous article Previous Post