Senin, 03 Desember 2018

Mahfud MD Temui Kiyai Paling Berpengaruh di Indonesia 2 Desember, Ini Komentarnya Politik Indonesia




Heronesia.com - Prof Mahfud MD'>Mohammad Mahfud MD bertemu dengan KH Maimun Zubair di Yogyakarta, Minggu (2/12/2018) atau bertepatan dengan Reuni Akbar 212, hingga dini hari tadi.

Mahfud MD membicarakan berbagai persoalan bangsa Indonesia, termasuk di antaranya Pemilihan Umum 2019 (Pemilu 2019), baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Usai pertemuan itu, Mahfud MD membuat status di akun twitternya dan yakin Pemilu 2019 akan berjalan lancar dan aman.

Kalau pun saat ini aktivias politik cenderung meningkat, menurut Mahfud MD, hal itu adalah biasa saja.
"Alhamdulillah, tadi malam sampai jam 00 berdiskusi dgn K. Maimun Zubeir di Yogya tentang Indonesia kita. Pemilu 2019 Insya Allah lancar dan aman," tulis Mahfud MD di akun twitternya, Senin (3/11/2018) pagi.

Mahfud MD menambahkan, "Ramai2 menjelang Pemilu adalah hal biasa, bagian dari perkembangan demokrasi yang wajar."

Informasi dari sejumlah sumber, Mahfud Md bertemu  KH Maimun Zubair di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Minggu (2/12/2018) malam.

Mahfud MD-KH Maimun Zubair berbincang di salah satu kamar hotel tersebut beberapa jam.

Mahfud dalam akun twitternya menyebut pertemuan berlangsung hingga pukul 00:00.

Mahfud MD-Maimun Zubair membahas berbagai persoalan bangsa, termasuk di antaranya mengenai Pilpres 2019 dan Pileg 2019.


Seperti diketahui, Maizun Zubair adalah kiyai sepuh pengasuh pondok pesantren besar di Rembang, Jawa Tengah, yaitu Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang.



KH Maimun Subair juga seorang politukus tingkat nasional.

Anak KH Maimun Zubair saat ini adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah, yaitu Gus Yasin.

Wikipedia menulis, Kyai Haji Maimun Zubair , lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928 atau kini berusia 90 tahun.

KH Maimun Zubair adalah seorang ulama dan politikus dan menjabat sebagai Ketua Majlis Syariah Partai Persatuan Pembangunan.

KH Maimun Zubair  pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun.

Setelah berakhirnya masa tugas, KH Maimun Zubair mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun.

Tapi rupanya tenaga dan pikiran ia masih dibutuhkan oleh negara sehingga ia diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

Mahfud MD juga mengomentari Reuni Akbar 212 yang dihelar Minggu (2/12/2018) di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Menjawab pertanyaan seorang netizen (warganet), Mahfud MD mengatakan, tidak ada hububungan antara Reuni Akbar 212 dengan keimanan seseorang.

Mahfud MD pun yakin yang tidak hadir dalam acara Reuni Akbar 2012 itu imannya jauh lebih kuat dibandingkan mereka yang hadir.

"Hadir ke Reuni 212 bukan ukuran keimanan. Sy yakin banyak yg tdk hadir di sana imannya lebih kuat dan lbh lbh paham urusan agama daripada umumnya yg hadir. Sebaliknya banyak jg yg hadir di sana imannya tak lbh kuat." tulis Mahfud MD di akun twitternya.

Mahfud MD juga menjelaskan ketidakhadirannya pada Reuni Akbar 212 di kawasan Monas tersebut.

Menurut Mahfud MD, dirinya tidak hadir karena bukan alumni gerakan 212. Karena itu, jika hadir pada Reuni Akbar 212 justru nanti dibilang penyusup.

"Mereka itu kan teman2 saya juga, jadi mereka tahu bhw saya bukan alumni 212. Mestinya jalau reuni, yang datang ya alumninya. Kalau bkn alumni ikutan datang, bs dituding sbg penyusup," tulis Mahfud MD.

Mahfud MD juga menjelaskan bahwa ketidakhadirannya pada Reuni Akbar 212 juga tidak ada kaitan dengan Nahdlatul Ulama atau soal dukung mendukung pada Pilpres 2019.



Berikut Twit Mahfud MD terkait Reuni Akbar 212  

@mohmahfudmd 10h10 hours agoMore Mahfud MD Retweeted sudrajad: Hahaha. Saya tidak pernah diundang. Mungkin mereka tahu, itu bukan habitat saya. Mereka itu kan teman2 saya juga, jadi mereka tahu bhw saya bukan alumni 212. Mestinya jalau reuni, yang datang ya alumninya. Kalau bkn alumni ikutan datang, bs dituding sbg penyusup.

@mohmahfudmd 10h10 hours agoMore Mahfud MD Retweeted: Intinya, bukan soal NU atau bukan. Juga bukan soal cenderung mendukung siapa. Sejak dulu saya memang agak malas berjubel dgn massa yang besar. Saya lebih suka berkumpul di forum terbatas spt seminar atau kuliah.

@mohmahfudmd 9h9 hours agoMore Mahfud MD Retweeted Sukman: Hadir ke Reuni 212 bukan ukuran keimanan. Sy yakin banyak yg tdk hadir di sana imannya lebih kuat dan lbh lbh paham urusan agama daripada umumnya yg hadir. Sebaliknya banyak jg yg hadir di sana imannya tak lbh kuat. Jadi tak bisa digebyah-uyah sesederhana itu. 212 bkn soal iman,

@mohmahfudmd 9h9 hours agoMore Mahfud MD Retweeted: Terserah Anda saja. Coba baca, saya hanya menjawab Sukman yang mengaitkan iman dgn kehadiran di Reuni 212. Mau hadir arau tidak, tak usah dikaitkan dgn iman. Mau hadir ya saja, boleh. Mau tak hadir juga boleh. Ini soal demokrasi, tak boleh ada yg memaksa atau melarang. https://twitter.com/muhammadbian3/status/1069232453695361025 …



Mahfud MD: Reuni Akbar 212 Bernuansa Politik

Sementara itu, Tribunjateng memberitakan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, angkat bicara soal reuni 212 yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Menurut Mahfud MD, ukuran keimanan tidak bisa ditentukan dari hadir atau tidaknya di acara reuni 212.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mahfud MD melalui kicauan Twitter, Minggu (2/12/2018).

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan Mahfud MD dari netizen yang mengatakan bahwa yang datang di acara reuni 212 digerakkan oleh keimanan.

Mahfud MD tidak sepakat dengan pernyataan netizen tersebut yang dianggap terlalu over-generalisir.

Ia juga secara tegas menyampaikan, acara reuni 212 tersebut bukanlah persoalan iman.

"Hadir ke Reuni 212 bukan ukuran keimanan.

Sy yakin banyak yg tdk hadir di sana imannya lebih kuat dan lbh lbh paham urusan agama daripada umumnya yg hadir. Sebaliknya banyak jg yg hadir di sana imannya tak lbh kuat.

Jadi tak bisa digebyah-uyah sesederhana itu. 212 bkn soal iman," kicau Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan di negara demokrasi, tak ada yang boleh memaksa atau melarang seseorang untuk ikut atau tidak mengikuti sebuah acara.

"Terserah Anda saja.

Coba baca, saya hanya menjawab Sukman yang mengaitkan iman dgn kehadiran di Reuni 212.

Mau hadir arau tidak, tak usah dikaitkan dgn iman.

Mau hadir ya saja, boleh. Mau tak hadir juga boleh.

Ini soal demokrasi, tak boleh ada yg memaksa atau melarang," imbuh Mahfud MD.


Reuni 212 berjalan kondusif

Dilansir TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Mabes Polri memastikan aksi reuni 212 yang berlangsung di Lapangan Monas, Jakarta Pusat berjalan kondusif.

"Situasi secara umum sangat damai dan kondusif," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Minggu (2/12/2018).

Ia mengatakan dalam aksi kali ini, pihaknya lebih kepada memantau daripada mengamankan.

Alasannya, kata dia, masyarakat telah sadar terkait tanggung jawab dari keamanan menjadi milik bersama dalam aksi ini.

"Cukup dipantau saja karena memang masyarakat sudah sadar bahwa keamanan tanggung jawab bersama," jelasnya.

Jenderal bintang satu itu juga memaparkan jika massa yang turut mengikuti aksi reuni 212 berjumlah sekira 40 hingga 50 ribu orang.

"Massa yang hadir sekitar 40 sampai dengan 50 ribu di Monas dan sekitarnya," pungkasnya.

Tudingan adanya motif politik di reuni 212

Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai acara reuni akbar 212 tak terlepas dari unsur politik.

"Ya itu pasti," kata Hasto saat ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

Sekertaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini bahkan menduga aksi reuni akbar 212 sebagai ajang kampanye terselubung oleh salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Namanya unsur-unsur politik bahkan itu menjadi kampanye terselubung pasangan calon tertentu," tambah Hasto.

Hasto menilai, jika kegiataan reuni dilakukan dengan merayakan jasa-jasa para tokoh pendiri bangsa serta organisasi umat Islam yang turut membangun bangsa Indonesia.

PDIP secara tegas akan ikut serta dan mendukung acara itu.

"Ya kalau kita bersama dengan mereka mereka yang ikut membangun Republik dengan Muhammadiyah yang dibangun 1912, Nahdlatul Ulama tahun 1926, PNI oleh Bung karno tahun 1927 serta TNI dan Polri sebagai pilar negara itu semuakan berbicara berbangsa dan bernegara," papar Hasto.

"Sehingga kita ikutin yang seperti itu ajalah yang secara natural sudah berkeringat bagi Republik ini," pungkasnya.

Jawaban panitia terkait tudingan adanya agenda politik di reuni 212

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus panitia Reuni 212, Novel Bamukmin menjamin tak ada agenda politik di balik acara Reuni 212 yang digelar Minggu (30/11/2018).

Novel Bamukmin mengatakan jika memang diduga ada atribut atau ujaran berbau politik yang dibawa peserta Reuni 212, maka pihaknya siap menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

“Kami hanya akan sampaikan aspirasi sesuai konstitusi dalam acara itu, kalau memang ada yang menyebut-nyebut calon dan atribut politik maka kami serahkan sepenuhnya kepada Bawaslu,” ungkap Novel ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (30/11/2018).

Novel mengatakan pihak panitia sudah berulangkali menegaskan bila acara tersebut bukan panggung kampanye Pilpres 2019.

“Nanti kalau terbukti ada yang melanggar akan kami tegur dan musyawarahkan, dan kami pasrahkan sepenuhnya kepada Bawaslu karena kejadian seperti itu tak bisa duga di tengah jutaan orang,” tegasnya.

Novel Bamukmin menyatakan Reuni 212 selain bertujuan untuk merekatkan silaturahmi antarumat Islam, juga untuk menyampaikan aspirasi terkait pembakaran bendera yang beberapa waktu lalu terjadi di Jawa Barat.

“Tujuan kami membuat pemerintah melek untuk menuntaskan kasus pembakaran bendera, masal setiap kasus perlu kita kerahkan jutaan massa, apakah keadilan di negara ini sangat mahal,” ujarnya.


Next article Next Post
Previous article Previous Post