Sabtu, 08 Desember 2018

Prabowo Mengaku Terinsiprasi Sejarah dan Filsafat China


prabowo, politik

Heronesia.com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa dirinya banyak terinsiprasi dari sejarah dan filosofi bangsa China atau Tiongkok. Hal itu mempengaruhinya selama ini ketika menjadi pemimpin.

Prabowo mengutarakan hal tersebut di hadapan ratusan pengusaha keturanan Tionghoa di Sun City Ballroom, Jakarta, Jumat malam (7/12).

"Bahwa dalam menjalankan kepemimpinan, saya banyak sekali dipengaruhi oleh sejarah Tiongkok, oleh filosofi Tiongkok, oleh pelajaran-pelajaran Tiongkok," tutur Prabowo

Prbaowo mengatakan ada satu kalimat filosofis bangsa Tiongkok yang dipegang teguh hingga saat ini. Dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berbunyi, 'Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.'

"Saya menyesal saya baru ketemu ini sesudah saya pensiun. Kalau saya ketemu ini waktu saya mayor, mungkin sudah lama jadi presiden," ucap Prabowo.

Prabowo juga mengatakan dirinya begitu menghormati sejarah dan budaya milik bangsa Tiongkok. Menurutnya, China memiliki sejarah panjang dan merupakan peradaban yang paling tua.

"Tiongkok memiliki peradaban yang paling lama di dunia, lima ribu tahun," tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, bangsa Indonesia juga banyak belajar dari sejarah dan budaya Tiongkok. Meski begitu, Prabowo menampik dirinya adalah antek Tiongkok.

Prabowo menjelaskan bahwa segala hal yang baik tidak salah jika diterapkan kembali. Meskipun itu berasal dari bangsa lain sekalipun.

Begitu pula jika ada hal-hal baik dari negara-negara barat. Termasuk Belanda walaupun pernah menjajah Indonesia sekian ratus tahun lamanya. Namun, kembali lagi dia menegaskan, bukan berarti dirinya adalah antek Tiongkok atau barat.

"Kalau saya hormat pada Tiongkok tidak berarti saya anteknya Tiongkok. Sama kalau ada yang baik dari Amerika, Australia, Perancis, Belanda sekalipun yang pernah menjajah kita," ucap Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan bagaimana dirinya memandang keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia. Menurutnya, keturunan Tionghoa sama dengan suku dan etnis lain yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut Prabowo, etnis Tionghoa pun memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan suku dan etnis lainnya. Pula, memiliki tanggung jawab yang sama sebagai warga negara Indonesia.

"Karena itu marilah kita hidup rukun bersama. Marilah kita kerja sama yang baik dalam suasana kerukunan, tutur Prabowo.

Tionghoa dan seluruh etnis yang ada dalam masyarakat Indonesia, kata Prabowo, juga harus dilindungi oleh pemimpinnya, yakni presiden. Prabowo berjanji akan berusaha melindungi seluruh warga negara Indonesia jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kalau saya menerima tugas saya akan membela setiap warga negara saya dengan sekuat tenaga saya," ujar Prabowo lalu disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.

"Saya berusaha selalu menjaga nilai-nilai pancasila dengan dasar humanisme," lanjutnya.

Source: cnnindonesia


Next article Next Post
Previous article Previous Post