Sabtu, 01 Desember 2018

Sebut Aksi Legenda di Dunia, Sandiaga Uno Ingin Jokowi-Prabowo Pelukan di Reuni Akbar 212 di Monas




Heronesia.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno mengungkapkan harapannya saat digelar Reuni Akbar 212, Minggu (2/12/2018) mendatang.

Ia berharap agar Calon Presiden nomor urut 2, Parbowo Subianto dan juga Calon Presiden nomor urut 1, Joko Widodo berpelukan seperti yang terjadi pada Asian Games 2019 lalu.
"Saya dengar Pak Presiden juga akan hadir dan Pak Prabowo juga akan hadir. Tentunya alangkah baiknya mereka juga berpelukan di atas panggung dalam balutan zikir dan berdoa untuk negeri kita, seperti saat pencak silat kemarin," kata Sandi dikutip dari Kompas.com.

Dari momen tersebut, Sandiaga berharap agar aksi yang dilakukan kedua pasangan calon presiden dapat memberikan dampak bagi perdamaian masyarakat dan tidak memandangnya sebagai acara politik.

Bahkan Sandiaga menilai bahwa aksi 212 merupakan sebuah legenda.

"Kita bangkit dan 212 ini sangat damai ya saya lihat, menjadi legenda di seluruh dunia bahwa ada 7 juta masyarakat berkumpul dengan damai dan dengan semuanya," kata Sandi di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018).

Sementara ini, Sandiaga Uno belum dapat memastikan kehadirannya pada acara reuni 212 Minggu (2/12/2018).

Ia mengungkapkan bahwa akan membicarakan terlebih dahulu dengan Prabowo Subianto dan juga Badan Pemenangannya.

Akan tetapi Sandiaga berharap agar acara reuni tersebut dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus saling mendoakan.

"Dan ini juga sudah jadi legenda di seluruh dunia yaa. Bahkan tante saya masak buat 500 orang untuk acara Minggu besok," katanya.

Ketidakpastian hadirnya Sandiaga juga diungkapkannya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa ada tiga hal yang menjadi pertimbangannya untuk hadir atau tidak di acara besar tersebut.

Pertimbangan pertama, diungkapkan oleh Sandiaga terkait dengan izin penyelenggaraan acara dari pihak berwajib.

"Mengenai 212 sendiri, saya sudah sampaikan bahwa kita harus pastikan pemerintah dan aparat memperbolehkan," kata Sandi Rabu (21/11/2018), dikutip dari Kompas.com.

Terkait perizinan, Sandiaga Uno lantas menjelaskan bahwa dirinya akan menanyakan hal tersebut kepada Gubernur DKI jakarta, Anies Baswedan.

"Nah ini yang saya pengan tanya ke Pak Anies, sampai sekarang saya belum terhubung dengan Pak Anies," tuturnya.

Hal lain yang menjadi pertimbangan Sandiaga yakni berkaitan dengan waktu.

Ia mengaku memiliki jadwal yang padat sampai dengan Desember mendatang.

"Saya musti mengecek dulu karena jadwal saya sampai Desember sudah full, kebetulan hari ini di Jakarta, mulai besok di Jawa Timur untuk 5 atau 6 hari," jelas dia.

Terakhir, Sandiaga mengaku perlu melakukan koordinasi dengan Prabowo, terkait efektivitas kehadiran mereka.

"Ketiga, saya ingin bicarakan dengan Pak Prabowo karena efektifitas kita hadir, kalau dua-duanya hadir di sana bagaimana, kalau cuma satu yang hadir seperti apa," tuturnya.

Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif mengatakn pihaknya akan mengundang Presiden dan juga Wakil Presiden untuk hadir dalam acara reuni 212.

"Insyallah besok kesekretariatan akan hadir, besok datang ke Setneg untuk mengantarkan undangan buat presiden dan wakil presiden," ujar Ma'arif di Gedung DDII, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/11'2018).

Pihaknya juga mengundang pasangan Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Nah kalau lisan karena Prabowo dan Sandi bukan presiden, jadi mudah ditemui dan kami sampaikan langsung kepada Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk hadir tanggal 2 besok, dan insyallah kalau tidak ada hal-hal yang di luar dugaan insyallah beliau hadir," jelas Ma'arif.

Penjelasan lain berkaitan dengan acara Reuni Akbar 212 juga diungkapkan oleh Ketua Steering Comitte Reuni Akbar Mujahid 212, Ustaz Al Khaththat.

Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta yang akan hadir dalam acara reuni akbar 212 di Monas sekitar 4 juta orang.

Jumlah massa tersebut, dikatakan Al Khaththat, terdiri dari sejumlah komunitas dan ormas islam yang tersebar di Indonesia.

"Masyarakat tidak perlu takut datang ke Monas meskipun mendapatkan ancaman-ancaman," ujar Al Khaththat di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Al Khaththat mengatakan perhelatan ini merupakan nikmat Allah yang harus dirayakan.

"Kita berkumpul peringati persatuan umat pada 212 tahun 2016 lalu. Ini nikmat Allah 2 tahun lalu yang efeknya bisa kita rasakan," tegasnya

Acara tersebut, dikatakan Al Khaththat, akan berlangsung pukul 03.00 WIB hingga 13.00 WIB dan berpusat di Monumen Nasional (Monas).

"Kita akan salat tahajud bersama, salat subuh berjamaah, dzikir, istighosah kubro, kemudian mendengarkan tausiah agama, serta menyaksikan bendera tauhid warna-warni dan bendera merah putih," katanya.



Next article Next Post
Previous article Previous Post