Selasa, 26 Februari 2019

Berjaya di Era SBY, Petani Ini Mengadu ke Sandiaga Uno Minim Pupuk di Era Pemerintahan Jokowi




Heronesia.com - Seorang petani bernama Fransiska, mengadu ke Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno mengenai minim pupuk di wilayahnya di Desa Nangameting, Nangalimang, Nusa Tenggara Timur.

Fransiska mengatakan, pada masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, para petani tak mengalami minim akan pupuk di wilayahnya.

Namun, Fransiska di depan Sandiaga Uno yang saat itu tengah berkunjung dan menyapa para petani di wilayah Desa Nangameting, Nangalimang, mengatakan sangat menyayangkan kinerja pemerintahan saat ini.
Dikatakan Fransiska, pemerintahan saat ini yang dipimpin Joko Widodo alias Jokowi terbilang minim akan pupuk, sehingga para petani di wilayahnya mulai malas bekerja.

"Masa-masa Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) kami sangat-sangat jaya sebagai seorang petani. Saya sebagai seorang petani itu banyak orang semangat bekerja. Mengapa orang banyak semangat bekerja?" jelas Fransiska dilansir Warta Kota melalui akun Youtube Sandiuno TV, Senin (25/2/2019).

Fransiska mengatakan kembali, banyaknya orang atau petani semangat bekerja karena tanah di wilayahnya tidak akan tumbuh subur tanpa pupuk.

Menurutnya, adanya pupuk di wilayahnya membuat orang tak hanya semangat bekerja namun membuat petani-petani menjadi makmur dan berjaya.

Namun, Fransiska menyayangkan kondisi terkini di wilayahnya yakni tak adanya pupuk tersedia, dan membuat para petani dan warga lainnya malas untuk bekerja.

"Karena tanah di Kelurahan Nangalimang tanpa pupuk tidak tumbuh, dengan pupuk tumbuh. Ujung tombak dari Flores ini adalah petani. Tapi sekarang apa? Petani jadinya malas bekerja karena pupuk tidak ada," jelasnya.

"Daripada saya bekerja sia-sia setahun hanya hasil 5 kilo beras, mendingan saya kerja sehari Rp 50.000, kan lebih untung. Jadi itu yang saya sangat-sangat sayangkan sekali pemerintah sekarang," lanjut Fransiska.

Menanggapi hal itu, Sandiaga Uno pun langsung meminta agar warga tidak saling menyalahkan, khususnya juga menyalahkan pemerintah.

"Mari kita tidak saling menyalahkan karena kita satu bangsa. Kita semua bersaudara betul? Di bawah Prabowo-Sandi, kita berpihaknya kepada siapa? Pada rakyat, khususnya kepada para petani. Karena petani itu tidak bisa hidup tanpa pupuk," ungkap Sandiaga Uno.

Dalam akun Youtubenya, Sandiaga Uno mengatakan jika para petani di Nangalimang tersebut memang tengah kesulitan mendapatkan pupuk.

Hal ini, kata Sandiaga Uno juga sebagai bentuk kekhawatiran untuk sektor agraria dan kesejahteraannya petani, khususnya di wilayah Nangalimang.

"Bertemu dengan Ibu Fransiska seorang petani di Desa Nangameting, Kabupaten Nangalimang, Nusa Tenggara Timur.

Ia meyampaikan bagaimana kondisi para petani di Nangalimang sulit untuk mendapatkan pupuk, ini sungguh mengkhawatikan untuk sektor agraria dan kesejahteraan para petani.

Prabowo-Sandi akan pastikan pupuk terdistribusi dengan baik kepada para petani sehingga kesejahteraan mereka pun terjamin. Kami tidak ingin bangsa ini terus-menerus dimanjakan oleh kebijakan impor yang menyengsarakan petani.

Bangsa yang gemah ripah loh jinawi ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," jelas Sandiaga Uno.

Selain mengunggah kelihan Fransiska tersebut di akun Youtubenya, Sandiaga Uno juga mengunggahnya di akun twitternya @sandiuno, Senin (25/2/2019).



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post