Selasa, 26 Februari 2019

Maruf Amin Bilang Jin di Istana Negara pada Kabur Sejak Jokowi Sering Lakukan Kegiatan Ini





Heronesia.com   - CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin kembali menyinggung keberpihakan Jokowi kepada Umat Islam.

- Hal itu ia lakukan dalam sambutannya setelah acara istigasah dan pemberian Ijazah Kubro Kitab Sahih Bukhori di Ponpes Babakan Cirebon, Jawa Barat.

Bagi Maruf Amin, tuduhan anti Islam yang selama ini dituduhkan kepada Jokowi tidak tepat.
Ia lantas mengingatkan kembali bahwa di era Jokowi, kerap digelar zikir di Istana Negara.

"Belum ada yang bikin zikir di Istana, sampai ada yang bilang Istana dizikirin terus, jinnya kabur," ujar Maruf Amin di Lapangan Ponpes Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/2/2019).

"Ente yang nuduh-nuduh Pak Jokowi tidak Islami, ente sudah berbuat apa untuk Islam? Ente cuma omdo, omong doang. Alhamduuuu..lillah," sambungnya.
Mustasyar PBNU itu kemudian menjelaskan alasan mengapa mau menjadi pendamping Jokowi di Pilpres kali ini.

Menurut Maruf Amin, Jokowi bukan hanya memberi janji, namun bukti.

"Kalau kita memilih Pak Jokowi itu pantes. Sudah berbuat banyak untuk masyarakat. Ente sudah berbuat apa untuk bangsa dan negara? Ente cuma omdo. Jadi yang dipilih nanti siapa? Pak Jokowi," tegasnya.

Selanjutnya, Maruf Amin menyebut beberapa kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya, kartu sakti di era Jokowi, KIP (Kartu Indonesia Pintar) hingga KIS (Kartu Indonesia Sehat).

"Saya bilang KIS ada? Orang miskin bisa berobat. Bukan hanya itu, Sadikin juga dapat. Sadikin itu sakit sedikit jadi miskin. Paru paru cuci darah, langsung jadi sadikin. Dengan KIS tertolong, ada lagi keluarga harapan," beber Maruf Amin.

Maruf Amin mengaku sebenarnya tak nyaman berkeliling ke sejumlah tempat di Indonesia, dengan waktu yang singkat.

Ia mengatakan hal itu lebih nyaman ia lakukan, saat masih aktif sebagai Rais Aam PB NU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sebab, bagi Maruf Amin, keliling Indonesia lebih nikmat dilakukan bila santai dan tak terburu-buru. Lalu dia pun melontarkan guyonan.



"Kalau sekarang jadi cawapres, kayak sopir taksi ngejar setoran, muter. Sampai saya disebut kiai 'jarum super', jarang di rumah suka pergi, muter terus," kata Maruf Amin di Kompleks Ponpes Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/2/2019).

Gurauan Maruf Amin itu pun langsung disambut gelak tawa oleh santri dan para kiai yang hadir di Ponpes Kempek.

Kemudian, Maruf Amin mengulas kembali dinamika pemilihan cawapres Jokowi menjelang pendaftaran ke KPU pada September 2018 lalu. Ia menegaskan, NU tak pernah mengancam Jokowi perihal posisi cawapres.

"PBNU tidak meminta apalagi mengancam, Pak Jokowi minta cawapres. Kalau ada yang cerita bahwa PBNU mengancam, enggak ada itu," ungkapnya.

Mantan Wantimpres di era SBY itu menegaskan, NU tak pernah mengintimidasi.

Namun, ia membenarkan NU memang menawarkan pilihan kepada Jokowi agar memilih cawapres kader NU.

Sebab, jika Jokowi memilih kader NU, maka NU akan all out (mati-matian) memenangkan Jokowi dan kader NU yang jadi pendamping Jokowi itu.



"Orangnya boleh pilih Ketum PB NU Kiai Said, boleh Kader NU Ketum PKB Pak Muhaimin, kader NU Ketum PPP, Pak Romahurmuziy," ucapnya.

"Kader NU yang profesional Pak Mahfud, boleh juga yang Rais Aam Kiai Maruf Amin. Eh, tahu-tahu saya terakhir kok malah dipilih?" imbuhnya.

Kunjungan Maruf Amin Amin di Ponpes Kempek merupakan rangkaian safarinya di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Rencananya, Mustasyar PBNU itu akan safari lima hari nonstop di Provinsi Jawa Barat pada 25 Februari-1 Maret 2019.

Sebelumnya, Maruf Amin menyanjung Presiden Joko Widodo, yang membuat kebiasaan baru di Istana Merdeka, Jakarta.

Satu di antara yang membuatnya tertarik dengan kepribadian Jokowi, ucap Maruf Amin, yakni menjadi presiden pertama yang mengadakan zikir di Istana Negara.



"Zikir bisa masuk Istana. Selama 70 tahun tidak ada zikir di Istana, tapi setelah Pak Jokowi Presiden, majelis zikir membawa zikir ke Istana," ucap Maruf Amin di Ponpes Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018).

Menurut Maruf Amin, zikir di halaman depan Istana Merdeka merupakan hal baru yang diadakan setiap 1 Agustus.

Maruf Amin menepis anggapan bahwa Jokowi tidak dekat dengan ulama. Sebab, selain rutin menggelar zikir di Istana Merdeka, Jokowi juga menetapkan Hari Santri pada 22 Oktober.

Hari Santri untuk memperingati peran kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penajajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Kiai Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober.

"Resolusi jihad yang membangkitkan 10 November tapi selama 70 tahun dilupakan orang. Baru 2015 kemarin oleh Pak Jokowi ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional," beber Maruf Amin.

Maruf Amin meyakini, Jokowi merupakan orang yang cinta ulama.

Menurutnya, Jokowi bisa saja menggandeng tokoh dari kalangan profesional atau partai politik untuk maju di Pilpres 2019.

"Bisa saja beliau angkat wakilnya profesional bisa, politisi bisa. Kenapa saya? Karena saya adalah kiai, dan saya adalah santri. Karena itu beliau mengangkat saya karena beliau mencintai santri dan kiai," papar Maruf Amin.



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post