Senin, 11 Maret 2019

Aksi Heroik Polisi yang Selamatkan Korban Banjir Dapat Penghargaan


polisi, penyelamatan, heroik

Heronesia.com - Belum lama ini video viral yang memperlihatkan upaya heroik anggota Satlantas Polres Kediri, Aiptu Sujadi dalam aksi menyelamatkan korban banjir di tepi Tol NgawiKM 585 ? Selain mencuri perhatian, aksi heroik tersebut juga mendapat apresiasi.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengganjar Aiptu Sujadi dengan sebuah penghargaan. Penghargaan tersebut diberikan atas keberanian Sujadi yang tanpa pikir panjang menyelamatkan satu keluarga terjebak banjir.

"Kalau kita ikuti perkembangan di media sosial ini langkah yang sangat heroik dari anggota Satlantas Kediri. Saya selaku Kapolda Jatim memberikan penghargaan atas spontanitas anggota, memang untuk berbuat secara spontan menolong orang tanpa pamrih, tidak melihat kondisinya dan itu sebenarnya dalam," kata Luki saat apel di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (11/3/2019).

Luki berharap anggota jajaran Polda Jatim lainnya bisa ikut meniru upaya heroik dari Sujadi. "Saudara Sujadi pada saat yang bersamaan dalam perjalanan pulang melihat orang yang memang membutuhkan pertolongan. Sehingga ini menjadi motivasi bagi kita semuanya, ini bukan pencitraan karena ini kondisi yang nyata di lapangan," imbuhnya.

Sementara saat ditemui usai menerima penghargaan, Sujadi mengaku cukup bangga. Dia tak menyangka upaya pertolongan yang dilakukannya secara spontan bisa mendapat penghargaan dari Kapolda Jatim.

Pria yang menjadi anggota Satlantas Polres Kediri ini mengaku, kala itu ia tidak berpikir panjang untuk langsung berenang mengarungi banjir dan memberi pertolongan. Meskipun ketinggian banjir lebih tinggi dari badannya.

"Pada waktu itu kita perjalanan dari Ngawi mau ke Kediri. Waktu perjalanan itu di sebelah sisi kiri tol ada lokasi banjir ya kita memperlambat kendaraan. Kemudian saya buka kaca itu dengar teriakan ada orang minta tolong, karena saya juga seorang anggota polisi yang tugasnya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat terpanggil," kata Sujadi.

Tak hanya itu, di lokasi ada empat orang yang meminta pertolongan. Dua orang tua dan dua anaknya yang masih balita. Sujadi menambahkan, jika sampai telat sedikit, satu keluarga tersebut juga bisa tenggelam.

"Kemudian kalau sampai terlambat mungkin empat orang itu, dua orang anak balita dan dua orang dewasa itu mungkin akan tenggelam," imbuhnya.

Sujadi juga tak kuasa mendengar tangisan balita yang terus menerus. Dibantu putranya, dia pun memilih menyelamatkan anak balita terlebih dahulu.

"Saya tidak pikir panjang yang jelas anak itu harus selamat dan saya langsung masuk air kemudian meminta anak itu di gendongan saya untuk saya bawa ke tempat yang lebih tinggi," lanjutnya.

Untuk penyelamatan ibunya, Aiptu Sujadi mengaku cukup kesulitan lantaran harus melewati pagar pembatas jalan tol dengan kawat berduri. Namun, dengan susah payah akhirnya berhasil untuk memindahkan ibunya.

"Untuk ibunya yang agak susah karena melewati pagar pembatas tol yang ada kawat berduri yang jaraknya itu agaknya tinggi, jadi kita menarik jadi saya meminta bantuan bapaknya untuk menarik ke atas saya menginjak ke bawah agar ibunya bisa keluar dari pembatas tol," papar Sujadi.

Setelah mendapat penghargaan itu, Sujadi berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, dia ingin menjadi polisi yang bisa melakukan sepenuhnya tugasnya untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

"Ya bangga, jadi semoga ini menjadi pendorong kita untuk lebih baik lagi dalam mengerjakan tugas sebagai pelindung, pengayom dan melayani masyarakat," pungkasnya.



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post