Rabu, 27 Maret 2019

Manajemen Hotel Borobudur Tanggapi Tudingan Amien Rais soal Genderuwo dan Jin


amien rais
Amien Rais
Heronesia.com - Manajemen Hotel Borobudur menanggapi serius tudingan Amien Rais yang menyebut banyak genderuwo di Hotel Borobudur, Jakarta. Amien sebelumnya menyebut banyak jin dan genderuwo di hotel itu sehingga menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkah hitung cepat Pemilu 2019 di sana.

"Kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar tersebut," ujar Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari melalui keterangan persnya seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (26/3) malam.

Hotel Borobudur, kata dia, telah berdiri lebih dari 40 tahun dan melayani banyak tamu dalam maupun luar negeri. Rizki saat dihubungi juga mengakui selama ini tak pernah ada keluhan dari para tamu yang menginap tentang keberadaan genderuwo.

"Sejak 1974, hotel kami menjadi partner dari perhelatan event internasional, seperti Java Jazz Festival dan Asian Games 2018. Beragam hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan para tamu sangat kami hindari," tegas Rizki.

Terkait reaksi lebih jauh terhadap pernyataan Amien Rais, manajemen hotel, kata Rizki, akan membahas lebih jauh jika memungkinkan akan mengambil langkah hukum terhadap pernyataan tokoh senior Muhammadiyah tersebut. "Manajemen akan membahas apakah pernyataan personal ini termasuk pencemaran nama baik. Sampai saat ini kami hanya menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Amien Rais tentu tidak berdasar," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menolak penghitungan suara dilakukan KPU di Hotel Borobudur, Jakarta.

Amien menolak penghitungan suara di hotel tersebut karena curiga bakal terjadi kecurangan. Ia menyebut kecurangan itu diperbuat oleh pihak yang dia analogikan sebagai jin dan genderuwo.

"Selain DPT harus segera dibenahi, besok penghitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin banyak genderuwo di sana," ujar Amien saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post