Jumat, 01 Maret 2019

Mengharukan, Rumah Digadai Lalu Tinggal Dikontrakan, Sani Rizki Niat Beli Rumah dari Bonus Kemenangan Timnas U-22


Rumah Digandai Tinggal Dikontrakan, Sani Rizki Niat Beli Rumah dari Bonus Kemenangan Timnas U-22

Heronesia.com - Suasana haru sempat terjadi di acara pemberian penghargaan dari Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya untuk Sani Rizki Fauzi yang sukses mengantarkan Timnas Indonesia U-22 meraih gelar jura Piala AFF U-22 di Kamboja.

Pasalnya, Ayah Sani, Edi Riyadi  yang ikut hadir dalam acara tersebut turut menceritakan keadaan keluarganya, dan berharap Sani bisa mengubah keadaan kelurganya saat ini.

“Harapan saya, Pak (Argo Yuwono), bukannya saya mau dikasihani. Maaf Pak, tapi sampai sekarang kami masih kontrak (rumah), digadai dalam waktu dua tahun,” kata Edi di Makosat Brimob Polda Metro Jaya, Jumat (1/3/2019).

“Ya, mudah-mudahan saya mengaharap dari anak saya punya rezeki lebih. Dan mudah-mudahan anak saya dikasih rezeki yang banyak, memiliki umur yang panjang dan tambah semangat,” sambungnya.

Mendengar hal itu, Sani terlihat menahan tangisnya. Beberapa kali ia menyeka matanya dan berusaha tegar.

Seusai acara, Sani pun membenarkan kondisi keluarganya, dan ia pun berjanji akan menyenangkan orangtuanya.

“Tadi saya terharu juga melihat orang tua saya mengungkapkan apa yang dia harapkan dan inginkan," kata Sani kepada Tribunnews.

"Saya sebagai anak sedih kah melihat apa yang dirasakan oleh bapak saya."

"Saya sebagai anak akan kerja keras, ingin memberikan apa yang orang tua saya inginkan, dan Insya Allah saya terus bekerja keras untuk memberikan semuanya buat orang tua saya,” kata Sani.

“Ya, dengan adanya bonus ini saya bakalan beli rumah buat orang tua saya,” ujarnya.

Seperti diketahui, setelah Timnas Indonesia U-22 meraih juara AFF U-22. Banyak kalangan yang mengapresiasi mereka.

Pemerintah dalam hal ini Kemenpora memberikan apresiasi sebesar Rp 2,1 Miliar, dengan rincian per pemain mendapatkan Rp 65 juta.

Tak hanya itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga menggelontorkan dana bagai para pahlawan olahraga Indonesia ini.

Tak tanggung-tanggung, Jokowi memberikan per pemain sebesar Rp 200 juta.

Kenaikan Pangkat

Seperti dilansir Wartakota, Atas keberhasilannya, gelandang Timnas Indonesia U-22 yang juga anggota Brimob Polda Metro Jaya ini, mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa, di usianya yang baru 21 tahun.

Edi Riadi, ayah Sani Rizki Fauzi yang hadir di Markas Brimob Jalan Kwitang, Senen Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) untuk menemani putra keduanya itu mendapatkan penghargaan, mengungkapkan bahwa bakat Sani Rizki Fauzi di sepak bola sudah terlihat sejak kecil.

Ia bercerita, bakat sepak bola yang digelutinya putranya saat ini, berasal dari naluri yang diturunkan ibunya, Ida Kusumawati, yang juga menyukai sepak bola.


Bahkan, ibu Sani Rizki Fauzi sempat berkeinginan memiliki seorang anak yang dapat bergelut di dunia sepak bola. Berbeda dengan dirinya yang justru menyukai olahraga tinju.

Namun, Ida tak diberikan restu oleh orang tuanya untuk menjadi pesepak bola perempuan. Sehingga, cita-citanya itu dilampiaskan kepada anaknya.

"Ketika berumur 2 tahun (Sani Rizki Fauzi) tidak luput dari bola. Sempet waktu sunat itu saya kasih mainan robot-robotan, itu masih ada sampai sekarang, ternyata dia enggak suka," ungkap Edi Riadi saat ditemui di Markas Brimob, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

"Nah, ada bola plastik, malah yang diambil bola itu. Selama dua tahun itu yang dimainin, sampai tidur saja pegang bola," sambungnya.



Sejak saat itulah, potensi Sani Rizki Fauzi terus dikembangkan, ditambah sang ibu sangat mendukung dirinya untuk terus berlatih sepak bola.

Karier Sani Rizki Fauzi diawali dengan mengikuti beberapa turnamen antar-kampung (tarkam) di daerahnya.

Bahkan, menurut penuturan sang ayah, sejak usia 4 tahun, Sani Rizki Fauzi pernah mendapatkan peringkat pemain terbaik, ketika mengikuti ajang kompetisi di kampungnya. Selanjutnya, Sani Rizki Fauzi dimasukkan ke sekolah sepak bola.

"Sampai sana ada bebrapa perkembangan. Sani ini selalu tegas dalam hal yang ia ambil, karena memang dari pihak keluarga itu selalu tegas, harus fokus apa yang diinginkan. Makanya saya kadang sering panasin, kamu kalau main bola kok kayak gini, padahal emang itu saya lakukan untuk memotivasi dia," bebernya.

Setelah menjalankan pendidikan, rupanya semangat belajar Sani Rizki Fauzi membuahkan hasil. Ia mendapatkan beasiswa sekolah kepolisian. Atas perintah orang tuanya, Sani Rizki Fauzi pun melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Lido.

Pendidikan Sani Rizki Fauzi di SPN Lido pun cukup membanggakan, karena tercatat menduduki rangking 5 besar. Tentunya hal itu tak terlepas dari dedikasi dirinya dan kedisiplinan saat mengikuti pendidikan di Kepolisan.

"Di SPN Lido Sani diangkat sebagai pimpinan Kabid Jasmani. Nah, kebetulan waktu itu ada seleksi Bhayangkara FC usia 19, dan di situ akhirnya dia keterima," tutur Edi Riadi.

Karier Sani Rizki Fauzi di Bhayangkara FC terus berkembang, bahkan dia sempat mengikuti seleksi Timnas U-22 dan kembali berhasil lolos, hingga pada akhirnya jerih payahnya dipertaruhkan di ajang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja, yang berujung keberhasilan mengharumkan nama Indonesia, dengan memetik kemenangan 2-1 melawan Thailand di babak final.

Sebelum pluit kick off Indonesia versus Thailand di ajang final Piala AFF U-22 2019 dibunyikan, Edi Riadi mengaku sempat menelpon putranya tersebut, untuk memberikan semangat dan dukungan, agar putranya dan Timnas U-22 bisa memetik kemenangan.

"Pas final, saya cuma bilang, San, semangat kerja keras, kamu harus yakin, masa orang bisa kamu enggak bisa. Semoga kamu dapat memberikan yang terbaik untuk negara Indonesia," bebernya.

Berkat doa orang tua serta dukungannya, Sani Rizki Fauzi dan kawan-kawan berhasil memetik kemenangan. Atas kemenangan itu, sejumlah penghargaan dan bonus pun diberikan kepada para pemain.



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post