Rabu, 13 Maret 2019

Polda Sulsel Gandeng Mabes Polri Mencari Emak-emak yang Kampanye Hitam ke Jokowi


hoaks

Heronesia.com - Peristiwa di dalam video viral kampanye hitam 'Jokowi akan hapus pelajaran agama' awalnya diduga terjadi di Sulsel. Namun polisi mengatakan peristiwa itu diduga terjadi di luar Sulsel.

"Kayaknya bukan di Sulsel. Iya bukan, tapi kita masih terus melakukan penyelidikan. Kerja sama dengan polda-polda lain seperti Sulbar, Sultra dan Sulteng," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (13/3/2019).

Oleh karena di luar Sulsel, Polda Sulsel menggandeng polda-polda lainnya. Mabes Polri juga digandeng untuk menyelidiki kasus dugaan kampanye hitam ini.

"Kita ada kerja sama juga dengan Mabes Polri, polda lain juga ada. Sementara dilakukan penyelidikan," jelasnya.

Sebelumnya, sebuah video viral seorang ibu berkampanye untuk Prabowo Subianto beredar dan disebut terjadi di wilayah Sulsel. Ibu itu menyebut pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan menghapus kurikulum agama dan menghapus pesantren.

Pada video yang didapat detikcom, terlihat seorang ibu duduk di sebuah kursi dan terlihat sedang bertamu ke rumah penduduk. Ibu tersebut mengajak pemilik rumah untuk memilih pasangan nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya," kata ibu tersebut.

Ada logo PKS di pakaian yang dikenakan ibu itu. Namun PKS menegaskan ibu itu bukan pengurus partai. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga juga menegaskan tak terkait dengan ibu itu.

Sumber: Detik.com



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post