Senin, 01 April 2019

MK Sulit Terima Logika Berpikir Amien Rais


amien rais

Heronesia.com - Mahkamah Konstitusi angkat bicara terkait pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, yang lebih memilih people power ketimbang ke Mahkamah Konstitusi, seandainya ada kecurangan pada Pemilu 2019 nanti.

Menurutnya, persoalan apakah sengketa Pemilu 2019 akan dibawa ke MK atau tidak, itu menjadi hak para kandidat. “Membawa atau tidak membawa perkara sengketa hasil pemilu, termasuk di dalamnya dugaan kecurangan pemilu ke MK, itu hak peserta pemilu. Digunakan atau tidak hak itu, terserah saja,” kata Juru Bicara MK, Fajar Laksono, saat dihubungi, Senin, 1 April 2019.

Namun menurut undang-undang, jika terjadi sengketa hasil pemilu, maka harus diselesaikan lewat Mahkamah Konstitusi.

“Yang pasti, menurut konstitusi sengketa hasil pemilu sudah disediakan mekanismenya. Dan MK merupakan lembaga negara yang berwenang memutus sengketa hasil pemilu, termasuk jika ada dalil kecurangan yang mencederai demokrasi pemilu,” tegasnya.

Atas dasar itu, ia sangat menyesalkan pernyataan Amien Rais yang menyatakan membawa sengketa pemilu ke MK tidak ada gunanya. Menurutnya, pernyataan Amien Rais tersebut merendahkan sebuah lembaga peradilan.

“Dengan mengatakan membawa perkara kecurangan pemilu ke MK tak ada gunanya, ini yang patut disesalkan. Pernyataan itu, selain dapat dikategorikan sebagai contempt of court terhadap MK sebagai lembaga peradilan, juga telah menafikan kerja keras seluruh komponen MK selama ini untuk menguatkan public trust terhadap MK,” paparnya.

Fajar menambahkan, sebenarnya masyarakat semua tahu, Amin Rais merupakan pelaku sejarah yang membentuk MK. Saat itu Amien Rais merupakan Ketua MPR RI. Atas dasar itu MK menyesalkan pernyataan Amien Rais.

“Bahkan memimpin MPR tatkala melakukan perubahan UUD 1945, termasuk turut menggagas dan mengesahkan pembentukan MK dengan segenap kewenangannya. Salah satunya kewenangan memutus sengketa hasil pemilu. Ini yang membuat kita sulit mengerti logika berpikirnya dan tentu saja menyesalkan pernyataan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Amien mengancam akan menggunakan people power jika ada kecurangan di Pemilu 2019. Ancaman tersebut dilontarkan saat Apel Siaga 313 di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu, 31 Maret 2019.

Amien menekankan ucapannya ini karena ingin pemilu yang adil, damai, jujur, dan terbuka. Ia mengaku rencananya, hari ini, Senin, 1 April 2019, akan ke KPU untuk menyampaikan dugaan data 17 juta pemilih siluman di Pemilu 2019.

Dia menegaskan bila pemilu jujur dan adil maka yang menang sah sesuai konstitusi, dan pihak yang kalah pun bisa menerima.

"Supaya pemilu betul-betul jujur adil dan transparan. Jadi enak sekali, enggak usah kemudian ada protes ke MK dan lain-lain. Yang menang, menangnya cantik, yang kalah terima. Hanya itu. Jadi yang penting kami, anak-anak bangsa, yang peduli kepada demokrasi, peduli pada keadilan," ujar Amien, Minggu, 31 Maret 2019.

Sumber: viva.co.id



Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post